
Embung di Bunga Jadi, Sabtu (6/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki 3 embung kecil, untuk sistem pengairan pertanian di wilayah tersebut.
Namun, ketiga embung tersebut belum mampu mengairi lahan pertanian di Bunga Jadi yang memiliki luasan sekitar 250 hektare.
Kepala Desa Bunga Jadi, Inna Ismiyati mengatakan, embung di sini hanya berukuran kecil sekitar 30X40 meter persegi, yang mampu mengairi sekitar 15-20 hektare.
"Tiga embung ini belum maksimal untuk mengairi lahan pertanian di Bunga Jadi. Satu embung hanya mampu mengairi sekitar 15-20 hektare," kata Inna kepada KutaiRaya.com, Sabtu (6/6/2026).
Saat ini lahan pertanian yang belum teraliri embung hanya menggunakan sistem tadah hujan dan pengairan air sungai yang dibendung oleh petani.
"Kita masih memiliki aliran sungai untuk mengairi lahan pertanian," ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, yang telah membangunkan embung tersebut sebagai sistem pengairan lahan pertanian.
"Embung ini untuk mengairi lahan pertanian padi sawah dan hortikultura," ujarnya.
Dia berharap pemerintah daerah dapat memenuhi kebutuhan petani, termasuk infrastruktur pertanian.
Sementara itu seorang petani, Pujianto mengemukakan, sebelum adanya embung ini untuk sistem pengairan padi sawah, hanya mengandalkan tadah hujan.
Sehingga jika kondisi cuaca tak ada hujan, kondisi ini dapat menyulitkan petani untuk mendapatkan air.
"Air ini bagaikan nutrisi atau makanan tanaman, tanpa air, tanaman yang ditanam akan mati," ucap Pujianto. (Ary)