• Selasa, 21 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lahan pertanian Bunga Jadi, Sabtu (6/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Petani Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berharap adanya bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah daerah.

Pasalnya, dengan luasan potensi lahan pertanian padi sawah sekitar 200 hektare, alsintan yang dibutuhkan berupa vertikal dryer atau pengering gabah dan mesin tanam padi.

Kepala Desa Bunga Jadi, Inna Ismiyati mengatakan, alsintan tersebut sangat dibutuhkan oleh petani.

Karena saat ini kondisi cuaca di Kukar termasuk Desa Bunga Jadi tak menentu, bahkan seringkali turun hujan.

"Kalau ada alsintan pengering padi, ini sangat memudahkan petani untuk memproses hasil pertaniannya. Mengingat kondisi cuaca yang tak bisa dipastikan," kata Inna kepada KutaiRaya.com, Sabtu (6/6/2026).

Ia menegaskan, para petani sering mengalami kerugian akibat terlambat menjemur gabahnya, karena hanya mengandalkan panas matahari.

"Kerugian itu meliputi waktu hingga terjadi gabah yang rusak dan tak bisa digunakan," tuturnya.

Selain itu, para petani juga membutuhkan alat mesin penanam padi.

Karena petani Bunga Jadi telah memasuki usia lanjut. Sehingga tenaga petani sudah tak maksimal.

"Mesin penanam padi ini sangat dibutuhkan, mengingat tenaga petani kita sudah tua. Alat ini dapat memudahkan petani. Selama ini untuk menanam padi dilakukan sendiri dan membayar upah kepada pekerja," ucapnya.

Melihat kebutuhan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk dapat dibantu dalam memudahkan dan memajukan sektor pertanian di Bunga Jadi.

"Kami berharap, pertanian di Bunga Jadi semakin maju dan berkembang. Karena sektor pertanian ini merupakan potensi yang menjanjikan," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani menjelaskan, para petani bisa mengajukan bantuan ke pemerintah daerah.

Tapi bantuan yang diberikan itu berdasarkan kelompok pertanian.

"Bisa saja kelompok pertanian mengajukan bantuan. Tapi kita melihat kondisi kemampuan keuangan daerah," ucap Rifani. (Ary)



Pasang Iklan
Top