• Sabtu, 06 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, saat menghadiri peresmian dan penyerahan program revitalisasi satuan pendidikan untuk Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME), Jumat (5/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, memaparkan berbagai terobosan sektor pendidikan di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerja di Balikpapan.

Rahmad menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Balikpapan tengah gencar melaksanakan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan pra-SD. Kebijakan tersebut diatur melalui Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2025 sebagai langkah konkret memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, mulai dari prasekolah hingga jenjang menengah.

“Program ini menjadi komitmen kami agar seluruh anak Balikpapan mendapatkan akses pendidikan yang utuh sejak dini,” ujarnya, saat menghadiri peresmian dan penyerahan program revitalisasi satuan pendidikan untuk Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME), Jumat (5/6/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat berupa bantuan senilai Rp100 juta untuk mendukung pelaksanaan wajib belajar satu tahun pra-sekolah di Balikpapan.

Tak hanya itu, Balikpapan baru saja menerima penghargaan nasional atas sinergi dan kolaborasi dengan sekolah swasta dalam pemerataan akses pendidikan melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif.

Menurut Rahmad, kerja sama dengan sekolah swasta menjadi salah satu strategi efektif dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh warga.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga melaporkan sejumlah program prioritas di sektor pendidikan, di antaranya:

Program seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP. Khusus SD dan SMP, setiap siswa mendapatkan tiga setel seragam, yakni seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik.

Pembangunan unit sekolah baru sejak 2022 hingga 2026, meliputi enam unit SMP, satu unit SD, dan satu unit PAUD. Revitalisasi dan rehabilitasi sebanyak 497 paket sekolah dalam kurun waktu 2022–2026.

Kerja sama berkelanjutan dengan satuan pendidikan swasta dalam sistem penerimaan murid baru sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026.

Rahmad menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Balikpapan.

Ia berharap kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam percepatan digitalisasi pembelajaran dan pemenuhan sarana prasarana sekolah. “Harapan kami, standar pendidikan di Balikpapan benar-benar berkelas dunia,” tegasnya.

Senada dengan itu, Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai lumbung energi nasional kini siap bertransformasi menjadi lumbung sumber daya manusia.

Menurutnya, komitmen peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian dari langkah strategis menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kalimantan Timur siap menjadi lumbung sumber daya manusia menuju Kaltim Emas dan Indonesia Emas,” ujarnya.

Berbagai program tersebut, Balikpapan menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius membangun generasi emas melalui penguatan akses dan mutu pendidikan sejak usia dini. (Las)



Pasang Iklan
Top