
Ayam pedaging di Pasar Mangkurawang, Jum
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harga ayam pedaging di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami penurunan menjadi Rp 23 ribu/kg.
Penurunan harga ini diduga disebabkan masa panen komoditas ayam pedaging membludak.
Sedangkan daya beli masyarakat menurun.
Salah seorang pedagang ayam pedaging, Rusli mengatakan, penurunan harga ayam ini dirasakan sejak 4 hari lalu.
Harga ayam turun ini karena harga pengambilan ayam pedaging dari kandang juga turun.
"Kalau harga beli di kandang mengalami kenaikan, maka harga jual juga ikut naik, kalau harga beli mengalami penurunan, maka harga jual diturunkan," kata Rusli kepada KutaiRaya.com, Jum
Ia menegaskan, jika harga ayam mahal maka penjualan ayam pedaging mengalami penurunan sekitar 50 kg setiap harinya.
Tapi kalau harga ayam murah, maka penjualan bisa 2 kali lipat atau mencapai 100 kg.
"Informasi yang saya terima, masa panen ini bersamaan. Sehingga harga ayam anjlok, jika ayam itu terus ditahan di kandang, maka biaya operasionalnya makin tinggi," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, telah menurunkan tim untuk memantau harga dan ketersediaan stok bahan pangan di Kukar, termasuk ayam pedaging.
"Harga ayam memang sering terjadi mengalami perubahan, terkadang naik mencapai Rp 35 ribu/kg, terkadang bisa di bawah Rp 30 ribu/kg," kata Sayid.
Ia menyambut baik atas turunnya harga ayam pedaging, yang sebelumnya mencapai Rp 35-40 ribu/kg.
Hal ini dinilai tak memberatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. (Ary)