
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, meresmikan dan menyerahkan program revitalisasi satuan pendidikan untuk Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME), Jumat (5/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, meresmikan dan menyerahkan program revitalisasi satuan pendidikan untuk Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME), Jumat (5/6/2026).
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional, khususnya melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Acara penyerahan disaksikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, serta dihadiri para kepala sekolah dan perwakilan satuan pendidikan penerima bantuan.
Dalam rangkaian kegiatan, Kementerian menggelar program Pagi Ceria yang menjadi kebijakan nasional. Seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, dilanjutkan Senam Indonesia Hebat guna membiasakan siswa hidup sehat, serta doa bersama sebagai penguatan spiritual.
Selain peresmian sekolah penerima bantuan tahun 2025, juga diumumkan satuan pendidikan yang akan menerima bantuan pada 2026.
“Alhamdulillah, untuk tahun 2025 di Kalimantan Timur selesai 100 persen. Tahun 2026 sebagian sudah mulai berjalan,” ujar Abdul Mu’ti, pada hari Jumat (6/6/2026).
Ia juga menekankan pentingnya mendukung Gerakan Hidup Asri aman, sehat, resik, dan indah terutama di lingkungan sekolah, agar siswa tumbuh dalam suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Secara nasional, anggaran revitalisasi tahun 2026 yang telah berjalan mencakup 11.744 satuan pendidikan dengan nilai Rp14 triliun. Pemerintah juga tengah mengajukan tambahan untuk 60.000 satuan pendidikan, yang telah mendapat dukungan Komisi X DPR RI dan menunggu persetujuan Kementerian Keuangan.
“Jika seluruh anggaran disetujui, maka tahun ini kita akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan,” jelasnya.
Revitalisasi dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah, mulai dari perbaikan bangunan rusak berat, penambahan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Untuk 2026, prioritas diberikan kepada sekolah terdampak bencana alam, sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta sekolah dengan kondisi rusak berat yang harus segera diperbaiki.
Di Kota Balikpapan, terdapat 10 sekolah yang menerima paket revitalisasi untuk periode 2025–2026.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri. Kehadiran Bapak merupakan kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami,” ujarnya.
Selain revitalisasi gedung sekolah sebanyak 10 paket, Balikpapan juga menerima bantuan digitalisasi pendidikan pada 2025 berupa 423 papan interaktif display, 423 laptop, dan 423 hardisk eksternal, dengan total 1.261 unit perangkat.
Rahmad menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul. Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, khususnya dalam percepatan digitalisasi pembelajaran dan pemenuhan sarana prasarana agar standar pendidikan di Balikpapan semakin kompetitif.
“Kita berharap tahun depan bisa bertambah lagi, minimal 50 sekolah yang mendapat revitalisasi. Kami sudah menyampaikan langsung kepada Pak Menteri,” katanya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat penting agar peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada APBD, tetapi juga diperkuat melalui kebijakan nasional.
Melalui kolaborasi yang erat antara pusat dan daerah, Balikpapan optimistis mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan serta mewujudkan sekolah yang aman, sehat, dan berdaya saing tinggi. (Las)