
Jalan rusak di desa Bendang Raya, Jum
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Petani di RT 13 Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan akses infrastruktur jalan yang masih rusak.
Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses untuk mobilitas penjualan hasil pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut.
Salah seorang petani, Mulyono mengatakan, para petani merasa kesulitan dalam mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan, terlebih dalam kondisi hujan atau setelah hujan.
"Kondisi jalan di sini sebagian tanah dan berbatuan, sehingga dinilai membahayakan bagi petani dan masyarakat yang melintas di jalan tersebut," kata Mulyono kepada KutaiRaya.com, Jum
Adapun kondisi jalan yang rusak itu sekitar 1-2 kilometer (km).
Akses jalan ini perlu mendapat perhatian pemerintah desa maupun daerah.
Pasalnya, sangat tidak mungkin warga memperbaiki jalan sepanjang itu secara swadaya.
"Kalau warga yang memperbaiki membutuhkan biaya besar, sehingga perlu perhatian dari pemerintah. Kami pernah memperbaiki jalan ini dengan memperkeras menggunakan bebatuan," ucapnya.
Dia berharap jalan ini bisa segera diperbaiki, sehingga memudahkan warga dan petani dalam memasarkan hasil pertanian mereka.
Sementara itu warga Bendang Raya, Muhammad Eko menuturkan, di wilayah ini ada beberapa titik jalan yang dinilai membahayakan.
Karena kondisi jalan itu mengalami patah atau turun diduga akibat pergeseran tanah.
"Jalan cor ini turun akibat pergeseran tanah. Saya kurang paham apakah kontur bangunannya yang tidak kuat atau memang karena pergeseran tanah," kata Eko.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, di Kukar masih banyak jalan yang rusak dan perlu perhatian, termasuk di Desa Bendang Raya.
Tapi, saat ini kondisi keuangan daerah sedang dilakukan efisiensi.
Sehingga pembangunan infrastruktur ini dilakukan sesuai dengan skala prioritas karena keterbatasan anggaran.
"Kami siap saja membangun dan memperbaiki jalan yang rusak, tapi uang kita tidak ada, kalau ada uangnya bisa saja dimasukkan ke perencanaan," kata Linda. (Ary)