
Pekarangan yang berada di dalam Ladaya Kelurahan Mangkurawang, Kamis (4/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Libur panjang Iduladha yang biasanya menjadi momen meningkatnya kunjungan wisata, ternyata belum memberikan dampak signifikan bagi objek wisata khususnya Ladaya.
Jumlah pengunjung selama libur panjang kemarin tidak mengalami peningkatan dan cenderung sama seperti hari-hari biasa.
Manager Ladaya, Kosis mengatakan, kondisi kunjungan wisata saat ini menjadi salah satu periode terberat yang pernah dialami pihaknya. Bahkan, jumlah pengunjung dinilai jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau peningkatan pengunjung sebenarnya tidak ada. Justru tahun ini bisa dibilang salah satu yang paling berat. Saat libur panjang kemarin juga tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Penurunannya cukup drastis," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (4/6/2026).
Di momen libur panjang Iduladha yang biasanya mampu menarik lebih banyak wisatawan kali ini tidak memberikan efek signifikan. Tidak ada lonjakan kunjungan maupun kejutan yang membuat jumlah wisatawan meningkat.
"Libur kemarin sama saja seperti hari biasa. Tidak ada peningkatan yang berarti," katanya.
Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir jumlah pengunjung harian mengalami penurunan cukup tajam. Pada hari biasa, jumlah pengunjung tidak mencapai 100 orang.
"Kalau hari biasa seperti sekarang ini memang sangat sepi. Sabtu dan Minggu masih lebih baik, tapi tetap tidak seramai dulu. Bahkan saat hari libur pun sekarang tidak ramai seperti biasanya," jelasnya.
Ia mengingat kembali masa-masa ketika Ladaya masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat. Menurutnya, tingkat kunjungan yang tinggi terjadi sekitar tahun 2021 hingga 2023, terutama setelah masa pandemi Covid 19 mulai mereda.
"Pasca COVID sempat ramai lagi. Kami mulai bangkit dan jumlah pengunjung perlahan naik. Namun memasuki 2024 hingga 2025 mulai terjadi penurunan yang cukup drastis," ungkapnya.
"Kami juga melakukan beberapa pengurangan karyawan karena memang situasinya sedang berat," katanya.
Meski jumlah pengunjung menurun, Ladaya tetap mempertahankan berbagai fasilitas dan wahana yang tersedia. Ladaya memiliki area outbound, dua wahana flying fox dengan lintasan pendek dan panjang, paintball, high rope, serta sepeda gantung.
Selain itu, Ladaya juga menghadirkan fasilitas baru berupa playground atau area bermain anak. Kehadiran wahana tersebut mendapat respons positif, terutama dari rombongan pelajar yang berkunjung dari berbagai daerah.
"Sekarang kami punya playground untuk anak-anak. Anak-anak sekolah cukup senang dengan fasilitas itu. Banyak rombongan dari Samarinda dan Balikpapan yang datang pada pagi hari untuk bermain di area tersebut," tuturnya.
Menghadapi kondisi yang belum sepenuhnya membaik, pihak manajemen saat ini memilih fokus bertahan. Ia berharap kondisi ekonomi dapat kembali pulih sehingga sektor pariwisata ikut bergerak positif.
"Rencanaanya, kami akan bertahan semaksimal mungkin. Kami berharap kondisi ekonomi bisa kembali normal dan masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik sehingga sektor wisata juga bisa kembali ramai," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Fauzi Anugrah menilai, Ladaya masih menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.
"Kalau dilihat kondisinya, Ladaya masih sangat bagus dan cocok untuk tempat berlibur. Permainan yang tersedia juga cukup banyak sehingga pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas, harapanya Ladaya bisa kembali ramai seperti tahun sebelumnya," tandasnya. (*Zar)