• Rabu, 03 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Syukuran dan Perpisahan Kelas IX SMP Negeri 2 Tenggarong, Selasa (2/6/2026), (Foto : Andri wahyudi/kutairaya.com)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): SMP Negeri 2 Tenggarong menggelar acara syukuran dan perpisahan bagi murid kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan siswa, orangtua, serta tamu undangan dari berbagai sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar).

Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus mengatakan, sebanyak 251 siswa kelas IX mengikuti acara pelepasan tahun ini.

Kegiatan ini terlaksana atas inisiatif orangtua dan wali murid yang sebelumnya telah menyepakati pelaksanaannya melalui rapat bersama.

"Acara ini merupakan inisiatif orangtua siswa. Dari laporan panitia, sekitar 93 persen wali murid berpartisipasi dan tidak ada unsur paksaan dalam pelaksanaannya,"ujar Yunus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan atribut sekolah yang diwakili oleh seorang murid putra dan putri.

Selain itu, sekolah juga memberikan berbagai penghargaan kepada murid berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Menurut Yunus, penghargaan akademik diberikan kepada murid dengan capaian nilai terbaik selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Tenggarong, termasuk prestasi pada berbagai ajang olimpiade.

Bahkan, ada 3 murid yang berhasil meraih medali emas pada ajang kompetisi tingkat ASEAN.

"Kami juga memberikan apresiasi kepada siswa yang memperoleh hasil terbaik pada Tes Kompetensi Akademik (TKA). Tahun ini ada satu siswa yang memperoleh nilai sempurna 100 dan dua siswa lainnya meraih nilai 93," katanya.

Sementara itu, penghargaan nonakademik diberikan kepada murid yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Pada kesempatan itu, Yunus juga memaparkan sejumlah pencapaian sekolah sepanjang tahun pelajaran 2025/2026.

Salah satunya adalah keberhasilan SMP Negeri 2 Tenggarong meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, yang merupakan tingkatan tertinggi program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan di Indonesia.

Selain itu, sekolah ini juga memperoleh penghargaan dalam Gerakan Literasi Nasional.

Dari ribuan SMP di Indonesia, SMP Negeri 2 Tenggarong terpilih sebagai salah satu sekolah percontohan literasi nasional.

Tak hanya itu, sekolah juga menerapkan model ujian akhir berbasis proyek yang melibatkan orangtua murid.

Dalam sistem ini, peserta didik diberikan waktu selama beberapa bulan untuk menyelesaikan proyek, menyusun laporan ilmiah, hingga mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan penguji.

"Kami ingin mengukur kemampuan siswa secara lebih komprehensif. Orangtua juga kami undang untuk menyaksikan langsung bagaimana anak-anak mereka mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil proyek yang telah dikerjakan," kata Yunus.

Acara perpisahan ini turut dihadiri para kepala SMP Negeri se-Kecamatan Tenggarong, sejumlah kepala sekolah dari Tenggarong Seberang dan Loa Kulu, perwakilan sekolah dasar, serta unsur Disdikbud Kukar.

Yunus menambahkan, kegiatan pelepasan murid merupakan agenda tahunan sekolah.

Namun, tahun ini pelaksanaannya disesuaikan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan yang mengimbau agar kegiatan perpisahan dilakukan secara sederhana.

"Karena ada surat edaran tersebut, kami mengundang orangtua untuk bermusyawarah. Akhirnya orangtua yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini dan memilih Gedung PKM sebagai lokasi acara," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Muhammad Idham mengaku acara seperti ini menjadi momentum bagi para murid untuk berpisahan kepada guru, yang selama ini telah memberikan ilmu dan mendidik di sekolah.

"Acara seperti perpisahan ini tentunya merupakan inisiatif dari para orangtua, walaupun tidak semua siswa mengikuti karena tidak mampu dan berbagai hal. Intinya kegiatan seperti ini selain sebagai wadah silaturahmi juga sebagai bentuk apresiasi kepada siswa-siswi yang berprestasi," ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top