
Rumah warga terdampak longsor. Senin (1/6/2026) (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Rencana pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Kukar yang terdampak longsor di Batuan KM 28, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2026 ini, tak kunjung terealisasi.
Pasalnya, rencana pembangunan perumahan itu masih proses tahap administrasi atau menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
"Kita masih menunggu DPA, rencana pembangunan perumahan di Loa Janan bagi warga terdampak longsor telah dianggarkan," kata Plt Kepala Dinas Perkim, M Aidil kepada Kutairaya, Senin (1/6/2026).
Ia mengemukakan, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp 2 milliar untuk perencanaan pembangunan perumahaan.
Pihaknya terus memastikan kebutuhan atau jumlah rumah yang akan dibangun bagi warga yang terdampak longsor pada 2025 lalu.
"Tim kita sering turun ke lapangan, untuk memastikan kebutuhannya," ucapnya.
Upaya rencana pembangunan perumahan itu bagian dari bukti peran pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat.
"Kami berusaha membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak longsor atau pergeseran tanah," ujarnya.
Ia meminta masyarakat yang terdampak agar bersabar, mengingat kondisi keuangan daerah sedang dilakukan efisiensi.
Sementara itu Sekretaris RT 25 Loa Janan, Rahman menjelaskan, warga Desa Batuah yang terdampak pergeseran tanah ini sangat berharap adanya peran pemerintah daerah untuk merelokasi ke tempat yang lebih aman.
"Kami saat ini hanya menyewa rumah atau menumpang, selepas rumah yang biasa ditempati hancur karena pergeseran tanah," kata Rahman.
Ada 21 rumah warga yang terdampak akibat pergeseran tanah, tapi 9 di antaranya mengalami kerusakan parah. (ary)