• Sabtu, 30 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Poster Imbauan Wisata Air Terjun Perjiwa, Jumat (29/5/2026).(Foto: Dok. Wisata Air Terjun Perjiwa)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com) : Pemerintah Desa Perjiwa bersama pengelola wisata Air Terjun Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, kini membatasi jam kunjungan wisata hingga pukul 17.00 WITA.

Kebijakan tersebut ditegaskan setelah terjadinya peristiwa duka yang melibatkan 1 laki-laki dari sepasang kekasih yang tengah berkunjung.

Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi mengatakan, kejadian tersebut terjadi di luar jam operasional wisata. Saat itu, kondisi arus air di kawasan air terjun sedang deras akibat hujan yang turun sebelumnya.

"Sekarang kita mengimbau pengunjung untuk tidak mandi jika air terjun dalam kondisi deras. Sekarang juga jam operasional dibatasi sampai jam 5 sore,"ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan petugas wisata hanya berlangsung hingga pukul 17.00 WITA. Sementara insiden itu terjadi setelah para pekerja dan penjaga pulang dari lokasi wisata.

Menurut informasi yang disampaikan, korban laki-laki diduga berusaha menyelamatkan kekasihnya yang terlebih dahulu terseret arus deras di kawasan air terjun. Namun upaya tersebut justru berujung tragedi.

"Korban mandi lewat dari jam operasional, sekitar jam 5 lewat. Itu sudah di luar pengawasan petugas karena pekerja kami sampai jam 5 saja," jelasnya.

Untuk itu, pihak pengelola terus menyiapkan berbagai langkah pengamanan di lokasi wisata, termasuk penyediaan pelampung dan imbauan keselamatan kepada pengunjung.

"Kalau untuk pengamanan sebenarnya sudah ada. Pelampung juga sudah kami siapkan. Tapi kemarin itu di luar pengawasan karena petugas sudah pulang," katanya.

Pasca kejadian tersebut, jumlah pengunjung Air Terjun Perjiwa disebut mengalami penurunan. Meski begitu, pemerintah desa menegaskan akan terus melakukan evaluasi demi meningkatkan keselamatan wisatawan.

"Insya Allah ke depannya akan ada evaluasi lagi. Keselamatan pengunjung itu yang paling utama bagi kami," tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata, terutama ketika kondisi cuaca kurang mendukung dan arus air sedang deras.

"Di mana pun tempat wisatanya, tetap harus berhati-hati. Kemarin posisi air memang deras habis hujan," sebutnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Risma Ayunda, turut berduka atas kejadian yang telah terjadi di wisata air terjun Perjiwa, ia mengaku telah dihimbau oleh pihak wisata untuk berhati-hati dalam berwisata.

"Kami tadi diberikan himbauan juga sebelum masuk, untuk hati-hati dalam berwisata, kemudian tidak boleh makan dan minum di air terjun, kemudian air terjun Perjiwa tidak bisa beroperasi lewat jam 5," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top