
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah.(Dok. Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pendampingan orangtua dalam penggunaan gadget pada anak usia dini.
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak yang dinilai berpotensi memengaruhi pola tumbuh kembang mereka, apabila tidak diawasi dengan baik.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk kebiasaan anak di era digital saat ini.
Menurutnya, penggunaan gadget perlu diarahkan agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan sosial maupun karakter anak.
“Pendampingan dari orangtua sangat penting supaya anak tetap bisa memanfaatkan teknologi secara sehat dan tidak berlebihan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, Disdikbud Kukar bersama berbagai stakeholder terus memperkuat kampanye edukatif kepada masyarakat, salah satunya melalui program “Seru Tanpa Layar” yang diinisiasi Tanoto Foundation.
Program ini dinilai mampu memberikan pemahaman kepada orangtua mengenai pentingnya membatasi penggunaan gadget, sekaligus membangun interaksi yang lebih aktif bersama anak di lingkungan keluarga.
“Pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya memiliki komitmen yang sama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh anak di era digital,” katanya.
Heriansyah menambahkan, penguatan edukasi itu juga sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun, di mana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fase penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan anak.
Menurutnya, pada usia dini anak membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih, termasuk dalam mengenalkan teknologi digital secara tepat.
“Masa PAUD merupakan fondasi awal pembentukan karakter anak. Karena itu, penggunaan gadget juga harus diperhatikan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu orangtua murid, Rian, menilai pengawasan penggunaan gadget memang harus dilakukan langsung oleh orangtua.
Ia mengaku perkembangan teknologi saat ini membuat banyak anak terlalu asyik bermain handphone hingga kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Kadang anak terlalu fokus dengan gadget sampai lupa dengan orang di sekitarnya. Waktu mereka juga lebih banyak habis bermain handphone,” ucapnya.
Rian berharap selaku orangtua semakin aktif mengawasi anak agar tidak terpengaruh hal-hal negatif akibat penggunaan teknologi yang berlebihan. (Dri)