
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud bersama istri Hj. Nurlena Mas
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong pelaksanaan kurban Iduladha 2026 yang lebih tertib, higienis, dan ramah lingkungan. Selain mengimbau warga menjaga kebersihan selama penyembelihan hewan kurban, Pemkot juga mengajak masyarakat memanfaatkan Rumah Potong Hewan (RPH), agar proses pemotongan lebih aman dan terstandar.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud mengatakan, persoalan kebersihan lingkungan menjadi perhatian utama pemerintah setiap momentum Iduladha, terutama terkait pembuangan limbah jeroan dan penggunaan plastik sekali pakai.
“Dalam penyembelihan hewan kurban kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, termasuk penanganan jeroan dan penggunaan plastik,” ujar Rahmad Mas’ud, Kamis (28/5/2026), di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pemkot Balikpapan mulai mendorong penggunaan besek atau wadah anyaman bambu sebagai pengganti kantong plastik untuk pembagian daging kurban.
Menurut Rahmad, langkah tersebut sekaligus mendukung kebijakan daerah dalam mengurangi sampah plastik di Kota Balikpapan.
“Kami menggunakan besek sebagai bagian dari pelaksanaan perda untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan tertib, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga diterjunkan melakukan patroli di sejumlah titik penyembelihan hewan kurban.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) turut menyiapkan Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat, agar proses pemotongan sesuai syariat dan standar kesehatan.
“Kami terus mengingatkan warga agar tertib dalam pembagian daging kurban dan benar-benar diberikan kepada yang berhak menerima,” tambah Rahmad.
Sementara itu, Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Balikpapan telah memiliki tenaga jagal profesional yang bersertifikat Juleha dan berpengalaman melakukan pemotongan hewan setiap hari.
“Petugas di RPH memang sehari-hari pekerjaannya memotong sapi dan semuanya sudah bersertifikasi Juleha. Jadi kemampuan dan kompetensinya tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.
Saat ini, DKP3 memiliki 10 orang tim jagal yang bertugas di RPH Balikpapan. Selain melayani pemotongan rutin, mereka juga membantu pelayanan penyembelihan hewan kurban saat Iduladha.
Sri Wahyuningsih mengungkapkan, masyarakat sebenarnya sangat dianjurkan memanfaatkan fasilitas RPH karena lebih praktis, bersih, dan tidak menimbulkan persoalan limbah di lingkungan permukiman.
“Kalau motong di RPH masyarakat tidak perlu lagi memikirkan kotoran dan limbahnya. Tinggal bawa pulang daging yang sudah bersih dan siap dibagikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, cukup banyak keluarga maupun panitia kurban masjid yang memilih menggunakan fasilitas RPH, terutama di lingkungan yang memiliki keterbatasan lahan untuk penyembelihan.
Untuk layanan tersebut, masyarakat hanya dikenakan retribusi sebesar Rp85 ribu per ekor hewan. “Retribusinya relatif murah dan itu juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah,” pungkasnya. (Las)