
Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur, Mangir Anggoro Titiantoro, Kamis (28/5/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Di suasana libur panjang Idul Adha, banyak masyarakat memanfaatkan waktu liburannya dengan berwisata. Untuk itu, berbagai destinasi wisata akan mengalami kenaikan pengunjung, salah satunya dari Museum Mulawarman di Tenggarong.
Dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjung museum mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding hari biasa.
Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur, Mangir Anggoro Titiantoro mengatakan, museum mulai dibuka sejak Rabu hingga Kamis selama masa libur Idul Adha.
"Alhamdulillah ada peningkatan pengunjung dari kemarin sampai hari ini. Totalnya sekitar 300 pengunjung lebih," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (28/5/2026).
Pada hari pertama libur, suasana museum sempat lebih sepi karena sebagian masyarakat masih melaksanakan kegiatan penyembelihan kurban. Namun pada Kamis, jumlah pengunjung meningkat cukup tajam sejak pagi hari.
"Dari tadi pagi kita buka pukul 09.00 sampai menjelang sore ini peningkatannya lumayan. Rekap sementara hampir 300 pengunjung, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak," katanya.
Ia menjelaskan, pada hari biasa atau weekday, jumlah pengunjung museum rata-rata sekitar 100 orang per hari. Karena bertepatan dengan libur panjang, angka kunjungan saat Idul Adha meningkat hingga dua kali lipat.
"Ini kan termasuk libur panjang dari Rabu sampai Senin, jadi memang pengunjung lebih ramai dari biasanya," jelasnya.
Selain menjadi tempat wisata edukasi, Museum Mulawarman juga terus menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan konsep penataan ruang yang berbeda dari sebelumnya.
Jika dulu koleksi museum dibagi dalam sekitar 10 kategori, kini setiap ruangan dibuat mewakili kesultanan atau kerajaan yang ada di Kalimantan Timur.
"Sekarang tiap ruangan ada perwakilan kerajaan atau kesultanan di Kalimantan Timur, seperti Kutai, Berau, dan Paser. Koleksinya ditata sesuai dengan sejarah masing-masing," ungkapnya.
Tidak hanya itu, museum juga menyimpan berbagai koleksi bersejarah lainnya, termasuk peninggalan manusia purba dari kawasan Sangkulirang-Mangkalihat hingga kitab-kitab kuno peninggalan Kesultanan Kutai.
Keberadaan Museum Mulawarman diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerah sendiri, terutama sejarah Kerajaan Kutai yang dikenal sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia.
"Kami ingin generasi penerus lebih mengetahui sejarah lokal kita. Ada Batu Yupa sebagai bukti peradaban tulisan tertua, kemudian bangunan museum ini juga dulunya merupakan istana Kesultanan Kutai," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Kasman mengaku senang bisa berkunjung bersama keluarganya ke Museum Mulawarman.
"Senang, sangat senang, di sini kita benar-benar diajarkan soal sejarah. Di Kukar banyak budaya maupun sejarah, dan Museum Mulawarman menjadi tempat yang cocok untuk mengetahui sejarah Kutai,"pungkasnya. (*Zar)