
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menyerahkan Sapi Bantuan Presiden. Selasa, (26/5/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia (RI), di Masjid Raya Darussalam. Bantuan tersebut merupakan sapi kurban, dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang disalurkan ke hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, Selasa (26/5/2026).
Program bantuan sapi kurban Presiden tahun ini, menjadi bagian dari upaya memperkuat simbol kehadiran negara dalam momentum Iduladha, sekaligus mendorong pengembangan peternakan lokal di daerah. Di sisi lain, tingginya kebutuhan hewan kurban di Samarinda, masih menunjukkan ketergantungan besar terhadap pasokan luar daerah, sehingga pengembangan breeding sapi lokal mulai dipandang penting, untuk memperkuat ketahanan peternakan daerah.
Andi Harun mengatakan, dirinya hadir mewakili Presiden untuk menyerahkan langsung bantuan sapi kurban, kepada pengurus yayasan dan pengurus Masjid Raya Darussalam Samarinda.
“Sore hari ini kita menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Di hampir seluruh kabupaten kota, beliau memberikan bantuan sapi kurban dan hari ini, saya mewakili beliau menyerahkan langsung sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, kepada pengurus Yayasan dan pengurus Masjid Raya Darussalam Kota Samarinda,” ujarnya.
Ia berharap, daging kurban tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya jemaah Masjid Raya Darussalam, yang disebutnya sebagai salah satu masjid bersejarah di Kota Samarinda.
“Dengan harapan moga-moga daging sapi kurban beliau, bisa dirasakan khususnya jemaah Masjid Raya Darussalam Kota Samarinda, yang merupakan masjid kebanggaan, masjid yang penuh sejarah panjang,” katanya.
Menurut Andi Harun, alasan sapi bantuan Presiden ditempatkan di Masjid Raya Darussalam, karena masjid tersebut memiliki nilai historis yang kuat bagi Kota Samarinda.
“Masjid yang tidak bisa terpisah dari sejarah Samarinda ini,” ucapnya.
Selain bantuan dari Presiden, Andi Harun mengungkapkan, dirinya juga turut memberikan bantuan sapi kurban, yang disalurkan ke sejumlah masjid di Samarinda atas nama Pemerintah Kota Samarinda.
“Kita beri bantuan di beberapa masjid. Memang tidak bisa semuanya, karena namanya bantuan wali kota,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa, total sapi kurban yang disalurkan melalui dirinya mencapai sekitar 20 ekor. Namun ia menegaskan, bantuan tersebut sama sekali tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Perlu saya jelaskan bahwa sama sekali tidak memakai dana APBD. Tidak ada satu ekor pun yang memakai dana APBD,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri menjelaskan, sapi bantuan Presiden tersebut, merupakan sapi jenis Limousin murni hasil breeding peternak lokal di Samarinda.
“Jenisnya Limousin dan masih murni,” kata Maskuri.
Ia mengatakan, sapi tersebut berasal dari peternak yang selama ini menjadi pemasok sapi dari Kupang, namun diwajibkan pemerintah daerah untuk melakukan pengembangan ternak lokal melalui breeding.
“Setiap mereka mendatangkan 1.000 sapi, dia harus punya breeding 10. Nah, ini hasil breeding mereka,” jelasnya.
Maskuri mengungkapkan, berat sapi bantuan Presiden hampir mencapai satu ton.
“Terakhir timbang seminggu lalu itu 995 kilogram. Kurang 5 kilo sebenarnya satu ton,” ujarnya.
Sapi tersebut diberi nama “Miliar”. Menurut Maskuri, bantuan sapi kurban Presiden tahun ini mengalami peningkatan, dibanding sebelumnya. Jika pada 2025 hanya provinsi yang menerima bantuan, kini seluruh kabupaten dan kota juga mendapatkan bantuan serupa.
“Sekarang kota kabupaten semua dapat satu-satu plus provinsi,” katanya.
Ia menambahkan, untuk Kalimantan Timur, bantuan sapi kurban Presiden juga diberikan untuk wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Secara total terdapat bantuan untuk 10 kabupaten/kota, satu untuk provinsi, dan dua ekor untuk IKN.
Selain bantuan Presiden dan Wali Kota Samarinda, di lokasi yang sama juga terdapat bantuan sapi kurban dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Maskuri memastikan, kondisi kesehatan sapi bantuan Presiden, dalam keadaan baik dan terus dipantau intensif hingga proses penyembelihan.
“Kita punya jadwal kunjungan medik setiap hari dua kali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sapi tidak langsung diturunkan dari kendaraan, demi menghindari risiko tergelincir karena ukuran tubuhnya yang besar, serta kondisi cuaca hujan.
“Nanti langsung dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah. Biasanya penyembelihan dilakukan di sana,” katanya.
Terkait harga sapi, Maskuri menyampaikan jika peternak, menerima sekitar Rp110 juta untuk sapi berbobot hampir satu ton tersebut.
Ia berharap, program breeding sapi besar dapat terus berkembang di Samarinda, agar ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah dapat dikurangi.
“Kita berharap tahun-tahun ke depan kita mulai mengurangi ketergantungan kita sama Kupang,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, jika saat ini populasi sapi lokal di Samarinda tercatat sekitar 4.200 ekor. Namun kebutuhan kurban, dan konsumsi masyarakat masih banyak dipenuhi dari luar daerah.
“Kalau kebutuhan protein hewani sebenarnya sudah terpenuhi, cuma kita masih bergantung dari luar,” tutupnya. (*Abi)