• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, Senin (25/5/2026).(Foto: Sulastri/Kutairaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan program pendidikan gratis dan bantuan sosial sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meski terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan komitmen tersebut sejalan dengan visi dan misi pemerintah kota, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.

Menurutnya, sejumlah program strategis tetap berjalan, mulai dari pembangunan sekolah baru, bantuan BPJS bagi masyarakat tidak mampu, hingga pemberian seragam gratis dan beasiswa bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.

“Kita masih punya beberapa pekerjaan rumah, seperti penanganan air bersih, banjir, hingga pembangunan sekolah. Alhamdulillah semuanya tetap kita jalankan setiap tahun. Tahun ini ada dua sampai tiga sekolah yang akan dibangun, baik SMP maupun SMA,” ujar Bagus Susetyo, pada hari Senin (25/5/2026).

Ia mengatakan, meskipun kondisi APBD mengalami penurunan, Pemkot Balikpapan tetap mempertahankan mandatory spending di sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

“Pendidikan gratis tetap berjalan, pemeriksaan kesehatan gratis juga tetap ada. Bantuan BPJS kelas 3 bagi masyarakat yang tidak bekerja masih kita berikan, termasuk bantuan seragam untuk anak-anak PAUD, SD, dan SMP,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga memastikan program beasiswa bagi siswa kurang mampu tetap dilanjutkan agar tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Selain sekolah negeri, pemerintah juga mulai memperkuat dukungan terhadap sekolah swasta, khususnya tingkat SMP, guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri setiap tahun ajaran baru.

“Beberapa SMP swasta masih kita bantu, supaya anak-anak yang mendaftar sekolah tetap mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, memastikan bantuan seragam sekolah gratis untuk Tahun Ajaran 2026/2027 kini dalam tahap produksi.

“Mudah-mudahan tidak ada keterlambatan sehingga siswa bisa menerima seragam saat tahun ajaran baru dimulai. Saat ini masih masa produksi dan tinggal menunggu penyelesaian," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengadaan seragam tahun ini meningkat sekitar dua hingga lima persen dibanding tahun sebelumnya menyesuaikan daya tampung sekolah yang terus bertambah.
“Anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp20 miliar,” katanya.

Bantuan tersebut mencakup tiga jenis seragam untuk siswa SD dan SMP, yakni seragam nasional, batik, dan pramuka. Program serupa juga diberikan kepada peserta didik PAUD di Balikpapan.

Selain bantuan seragam, Disdikbud juga menyiapkan bantuan uang pangkal dan subsidi biaya pendidikan bagi siswa yang masuk sekolah swasta.

Saat ini, Pemkot Balikpapan telah bekerja sama dengan 15 SMP swasta guna memperluas akses pendidikan masyarakat. “Kerja sama ini untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses pendidikan, terutama jenjang SMP,” jelas Irfan.

Melalui program tersebut, daya tampung SMP di Balikpapan bertambah sekitar 1.200 siswa. Pemerintah juga memberikan bantuan uang pangkal sebesar Rp 1,5 juta per siswa dan subsidi SPP Rp 150 ribu per bulan.

Pemkot Balikpapan berharap seluruh program pendidikan yang dijalankan mampu menjaga pemerataan akses pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda di tengah tantangan pembangunan kota yang terus berkembang. (Las)



Pasang Iklan
Top