
Pemilik Sapi Bison pilihan presiden, Anita, Sabtu (23/5/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Hewan kurban Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dengan jenis simental charolais milik MWK Farm dari kawasan Gunung Binjai, Balikpapan Timur.
Sapi berusia lebih dari empat tahun itu diberi nama “Bison” karena memiliki postur tubuh besar dan karakter paling aktif dibanding sapi lainnya di kandang.
Pemilik MWK Farm, Anita, mengatakan bobot terakhir Bison mencapai 1 ton 50 kilogram berdasarkan penimbangan bersama Kementerian Pertanian melalui pertemuan daring sekitar sepekan lalu.
“Seminggu lalu kami zoom meeting dengan kementerian, berat Bison 1 ton 50 kilogram dengan usia lebih dari empat tahun,” ujarnya saat ditemui di peternakan, pada hari Sabtu (23/5/2026).
Dengan tinggi sekitar 1,65 meter, Bison menjadi salah satu sapi terbesar di kandang MWK Farm. Anita menyebut sapi tersebut telah dipelihara selama satu tahun penuh sejak masuk ke kandang usai Iduladha tahun lalu..“Dia masuk setelah kurban tahun lalu, jadi betul-betul satu tahun penuh di kandang MWK,” katanya.
Meski kini menjadi perhatian banyak orang, Anita mengaku perawatan Bison sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding sapi lain di peternakannya. Kebersihan kandang dan pola makan menjadi faktor utama menjaga kondisi sapi tetap sehat dan pertumbuhannya maksimal.
“Perawatan sapi bison tetap sama. Mandi dua kali sehari, pakan racikan berupa konsentrat, limbah pertanian, dan air diberikan dua kali sehari, rumput tiga kali sehari,” jelasnya.
Selain pakan rutin, Bison juga mendapatkan vitamin dan vaksin secara berkala. Menurut Anita, sapi jenis simental charolais membutuhkan perhatian lebih pada asupan makanan agar pertumbuhan bobotnya optimal.
“Kita lebih jaga kebersihan dan rutin cek kesehatan. Untuk jenis seperti ini tidak terlalu susah, cuma memang ekstra di makanan saja,” ujarnya.
Perjalanan Bison hingga terpilih menjadi sapi kurban Presiden dimulai sekitar satu setengah bulan lalu saat didaftarkan ke dinas peternakan. Saat itu, bobotnya masih sekitar 973 kilogram. "Ada proses seleksi dari dinas, lalu akhirnya diumumkan sapi saya yang terpilih,” kata Anita.
Setelah lolos seleksi dan dilakukan penimbangan ulang bersama kementerian, bobot Bison terus meningkat hingga menembus lebih dari satu ton.
Nama “Bison” sendiri dipilih karena perilakunya yang paling dominan di kandang. Menurut Anita, sapi tersebut selalu menjadi pusat perhatian dan kerap memicu sapi lain ikut bersuara.
“Kalau dia bersuara, yang lain ikut. Memang badannya juga paling besar, jadi kami namakan Bison,” tuturnya sambil tersenyum.
Kini keberadaan Bison menjadi perhatian warga sekitar hingga pengunjung yang datang langsung ke MWK Farm untuk melihat sapi kurban pilihan Presiden Republik Indonesia tersebut. (Las)