
Lapak Jualan RBS Farm Tenggarong, Selasa (19/5/2026).(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sepekan jelang Iduladha, permintaan hewan kurban di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai meningkat.
Sejumlah pedagang hewan kurban musiman di Tenggarong kebanjiran pesanan, salah satunya RBS Farm Tenggarong di Jalan Lais, tepat di depan Rumah Makan Bakso Citra.
Pemilik sekaligus penjual hewan kurban di RBS Farm, Saparuddin Pabonglean mengatakan, penjualan tahun ini cukup menggembirakan.
Bahkan, sekitar 50 persen stok sapi kurban yang tersedia sudah terjual, meskipun Iduladha masih sekitar sepekan lagi.
“Alhamdulillah, penjualan sudah lebih dari 50 persen, sekitar 60 sampai 70 persen. Mudah-mudahan sampai hari H nanti bisa habis seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Saparuddin, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan harga sapi kurban yang dijual bervariasi mulai dari Rp 16 juta hingga Rp 42 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis sapi.
Untuk sapi dengan harga Rp 16 juta, bobotnya berkisar 250 kilogram.
Jenis sapi yang paling banyak diminati masyarakat adalah sapi Bali karena dinilai lebih terjangkau.
Selain itu, adapula beberapa ekor sapi limosin dan peranakan angus dalam jumlah terbatas.
“Rata-rata sapi Bali karena memang lebih ekonomis. Kalau limosin cuma ada dua ekor, ada juga peranakan angus,” tuturnya.
Hewan kurban yang dijual di RBS Farm didatangkan dari berbagai daerah, seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, sebagian sapi juga dipelihara melalui kerja sama dengan kelompok tani dan masyarakat lokal di wilayah Spontan, Rapak Lambur, Jahab, hingga Bukit Biru.
Menurutnya, pola kerja sama dengan peternak lokal sudah berjalan cukup lama.
Hewan dipelihara masyarakat dengan masa pemeliharaan yang beragam, mulai dari 3 bulan hingga satu tahun, sebelum dijual saat musim kurban.
Tak hanya sapi, RBS Farm juga menyediakan kambing kurban dengan harga mulai Rp 4 juta hingga Rp 9 juta.
Saat ini ada sekitar 35 ekor kambing dari jenis etawa, senen, hingga domba.
Untuk menjaga kualitas ternak, pihaknya masih menggunakan pakan alami berupa rumput hijau tanpa tambahan pakan khusus selama hewan berada di kandang penjualan.
Namun, beberapa peternak mitra biasanya menambahkan dedak maupun singkong cacah untuk membantu pertumbuhan ternak.
Saparuddin berharap penjualan hewan kurban tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun kondisi ekonomi masyarakat saat ini cukup menantang.
“Kami berharap masyarakat tetap semangat berkurban. Walaupun kondisi ekonomi sulit, paling tidak masih bisa ikut patungan atau membeli kambing. Karena ibadah kurban ini sangat dianjurkan,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Rifani, memastikan kesiapan dan kesehatan hewan kurban terus dipantau jelang Iduladha.
Ia mengatakan, tim dari dinas telah turun langsung melakukan pemeriksaan ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban guna mengantisipasi penyebaran penyakit ternak.
“Kami sudah melakukan pemantauan kondisi ternak. Nanti menjelang Iduladha akan lebih intens, terutama di lokasi penjualan hewan kurban,” katanya.
Rifani menambahkan, secara umum kondisi hewan kurban di Kukar dalam keadaan sehat dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kendati demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh ternak layak dijadikan hewan kurban. (Dri)