• Rabu, 20 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. Selasa, (19/5/2026).(Foto : Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf memastikan pelaksanaan muktamar tetap akan berjalan, sesuai agenda organisasi yang telah ditetapkan secara berkala, setiap lima tahun sekali.

Persiapan muktamar, menjadi momentum penting bagi organisasi keagamaan untuk memperkuat konsolidasi internal, sekaligus merumuskan arah program ke depan.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan pembenahan organisasi, kebutuhan akan agenda yang substantif, dinilai penting agar forum muktamar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menghasilkan keputusan strategis bagi penguatan kelembagaan dan pelayanan umat.

“Kita akan melaksanakan muktamar sebagaimana mestinya ya. Karena ini merupakan kegiatan rutin bagi organisasi, yang harus dilaksanakan lima tahun sekali,” ujar Yahya Cholil Staquf kepada awak media di Samarinda, Selasa (19/5/2026).

Ia menyebutkan bahwa, dalam waktu dekat PBNU juga akan menggelar rapat umum, guna membahas persiapan Musyawarah Nasional (Munas), dan Konferensi Besar (Konbes), termasuk penentuan jadwal serta lokasi muktamar mendatang.

“Insyaallah nanti kita sudah jadwalkan hari Kamis nanti, akan ada rapat umum untuk mengusulkan persiapan-persiapan Munas dan Konbes, dan di dalam Munas-Konbes itu nanti akan kita putuskan kapan, dan di mana harus diselenggarakannya muktamar,” katanya.

Selain menyoroti agenda organisasi, Yahya juga berharap, gedung baru NU di Kalimantan Timur (Kaltim), dapat dimanfaatkan secara maksimal demi memperkuat program dan konsolidasi organisasi.

“Gedung ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga benefitnya itu, memiliki nilai yang lebih besar daripada beban yang diciptakan dengan adanya gedung ini,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh pengurus wilayah dan cabang NU di Kalimantan Timur, agar serius mempersiapkan agenda substansial menjelang muktamar.

“Kita harapkan bahwa semua PWNU dan PCNU juga berpikir secara sungguh-sungguh, mengenai agenda-agenda substansial berupa program, dan pembenahan organisasi di masa depan, sehingga muktamar kita akan menjadi muktamar yang sungguh berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur, Seno Aji menegaskan, dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap pembangunan fasilitas organisasi keagamaan bukan hanya diberikan kepada NU, tetapi juga seluruh kelompok keagamaan di Kalimantan Timur.

“Tidak ada kekhususan karena memang Pemerintah Kaltim ini, ingin mengembangkan semua organisasi keagamaan. Kita juga bantu umat Buddha, kita bantu umat Kristen, Katolik, NU, Muhammadiyah, dan lain sebagainya,” kata Seno Aji.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung NU sebelumnya, telah difasilitasi melalui dukungan anggaran pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama di daerah.

“Tahun kemarin itu memang saat itu pengiriman perbaikan gedung NU, yang bisa kita fasilitasi dan bisa kita anggarkan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan gedung baru tersebut diharapkan mampu mendorong semangat pembaruan di tubuh NU, sekaligus memperkuat hubungan antarumat beragama.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan gedung NU yang baru ini, semangat-semangat pembaharuan NU telah terjadi. Saling silaturahmi antara umat beragama berjalan baik, kerukunan berjalan dengan sehat,” katanya.

Terkait kemungkinan bantuan tambahan untuk kebutuhan lain, Seno menyampaikan jika pemerintah akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Nanti kita coba lihat anggarannya. Kalau memang cukup ya kita akan bantu, tapi kalau memang ternyata anggaran sangat minim di Kaltim, ya kita harus sampaikan nanti. Kita sesuaikan,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top