• Selasa, 19 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Perahu karet atau fiber, Senin (18/5/2026).(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Relawan dan petugas penyelamatan bencana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.

Salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setiap ada peristiwa mendesak, khusus dari BPBD menurunkan unit minim, terlebih pada proses pencarian orang tenggelam.

"BPBD ini memiliki sarpras untuk pencarian korban tenggelam banyak, tapi unit yang diturunkan itu hanya 2, seperti perahu karet atau fiber," tuturnya.

Ia sangat menyayangkan BPBD tak menurunkan alat sepenuhnya untuk melakukan pencarian korban tenggelam.

Sedangkan dalam situasi seperti ini, keluarga berharap korban dapat segera ditemukan.

"Jika unit perairan dapat dimaksimalkan, diyakini dapat mempercepat proses pencarian korban tenggelam," katanya kepada Kutairaya, Senin (18/5/2026).

Dengan situasi mendesak ini, menurut dia, pemerintah dapat memahami dan mendukung, terlebih pada alat yang dibutuhkan oleh relawan atau petugas penyelamatan bencana.

"Alasan tak diturunkan alat-alat itu karena keterbatasan anggaran, terlebih untuk operasionalnya," ucapnya.

"Kami membantu ini bergerak dulu, untuk operasional bisa dilakukan gotong royong," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal menjelaskan, bukan tak mau menurunkan unit saat dibutuhkan, tapi unit yang diturunkan ini sesuai dengan kebutuhan atau peristiwa yang dialami.

"Kalau peristiwa yang dialami lebih dari satu titik, seperti banjir besar, maka seluruh unit perahu diturunkan," kata Abdal.

Pihaknya memiliki 9 unit perahu dan selama ini proses evakuasi, khususnya di jalur air yang menggunakan perahu dipastikan lancar tak ada kendala. (Ary)



Pasang Iklan
Top