
Acara Beseprah Pengurus PWI Kukar, di Sekretariat PWI Kukar Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Minggu (17/5/2026).(Dok. PWI Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kebersamaan dan rasa persaudaraan antarinsan pers di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tampak solid dalam kegiatan beseprah yang digelar di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kukar, Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Minggu (17/5/2026) malam.
Puluhan wartawan dari berbagai media, mulai dari cetak, daring, hingga elektronik, berkumpul dalam suasana akrab mengikuti tradisi makan bersama khas Kutai.
Duduk lesehan di atas tikar dengan sajian makanan di atas daun pisang, para peserta membaur tanpa perbedaan, menciptakan suasana hangat penuh kekeluargaan.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan antarsesama wartawan sekaligus bentuk nyata menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, beseprah bukan hanya tradisi makan bersama, tetapi memiliki nilai sosial yang tinggi karena mengajarkan pentingnya persatuan, solidaritas, dan kebersamaan.
“Beseprah ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarwartawan, sekaligus mengingatkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama, baik dalam profesi maupun kehidupan bermasyarakat,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, warisan budaya seperti beseprah perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto.
Ia menilai kegiatan yang melibatkan tradisi lokal semacam ini memiliki makna strategis dalam memperkuat jati diri masyarakat Kukar.
“Beseprah mengandung filosofi persamaan dan kebersamaan. Semua duduk bersama tanpa sekat, tanpa membedakan status. Ini warisan budaya yang sarat nilai dan harus terus dilestarikan,” katanya.
Arianto juga mengapresiasi kekompakan insan pers Kukar yang dinilainya memiliki peran penting dalam pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang positif dan edukatif.
“Semoga solidaritas wartawan terus terjaga, karena media memiliki kontribusi besar sebagai penyampai informasi, sekaligus mitra pembangunan,” tambahnya.
Sebagai tradisi khas Kukar, beseprah dikenal luas sebagai simbol “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” yang mencerminkan kesetaraan, persatuan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. (Dri)