• Kamis, 14 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Masud, Kamis (14/5/2026).(Foto: Sulastri/Kutairaya)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Masud, optimistis Balikpapan akan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan logistik utama penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama melalui kekuatan sektor kepelabuhanan yang dimiliki kota tersebut.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan kondusivitas daerah, agar peluang ekonomi dari pembangunan IKN dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau kota kita aman dan nyaman, pasti para pengusaha dan investor akan masuk ke Balikpapan. Dengan pertumbuhan dan pembangunan IKN, kita tahu IKN akan besar,” ujar Rahmad, pada hari Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, meski secara administratif pusat pemerintahan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), namun aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga mobilitas pendukung IKN akan lebih banyak bertumpu di Balikpapan.

“Secara aturan benar ibu kota negara ada di PPU, tetapi secara nyatanya IKN ada di Balikpapan,” katanya.

Rahmad menilai kekuatan terbesar Balikpapan terletak pada sektor kepelabuhanan. Kota ini memiliki pelabuhan internasional aktif terbesar di Kalimantan yang langsung terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar.

Kondisi geografis tersebut dinilai menjadi keunggulan strategis karena kapal-kapal besar dapat langsung melakukan aktivitas pelayaran dan distribusi logistik internasional.

“Pelabuhan internasional aktif di Kalimantan itu ada di Balikpapan. Daerah lain seperti Samarinda atau Banjarmasin tidak bisa dilalui kapal besar karena tidak langsung berhadapan dengan ALKI II Selat Makassar,” jelasnya.

Ia mengatakan sekitar 90 persen distribusi logistik nasional masih bergantung pada jalur laut. Balikpapan diproyeksikan menjadi simpul utama arus barang dan perdagangan di Kalimantan seiring berkembangnya IKN.

“Negara kita negara kepulauan. Sembilan puluh persen distribusi barang digerakkan lewat laut menggunakan kapal. Tidak mungkin kontainer diangkut lewat pesawat,” ujarnya.

Rahmad menegaskan peluang besar di sektor pelabuhan harus dimanfaatkan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi pembangunan IKN juga dirasakan masyarakat Balikpapan.

Menurutnya, Pelabuhan Kariangau Terminal (KKT) dan Pelabuhan Semayang memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik dan aktivitas perdagangan ke depan.

“Sayang kalau peluang sebesar ini tidak bisa kita akomodasi. Insyaallah masyarakat Balikpapan juga bisa menjadi pelaku usaha di bidang kepelabuhanan, tentu dengan kerja sama dan kekompakan,” katanya.

Selain infrastruktur, Rahmad juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), agar masyarakat lokal mampu bersaing di sektor logistik dan jasa kepelabuhanan yang diperkirakan berkembang pesat.

“Posisi kita sangat strategis. Pelabuhan kita salah satu pelabuhan internasional di Kalimantan Timur. Sayang kalau SDM kita tidak siap,” tegasnya.

Dalam pengembangan tata kelola pelabuhan, Rahmad menjelaskan Pelabuhan Semayang ke depan akan difokuskan untuk melayani kapal penumpang, sementara aktivitas bongkar muat barang dipusatkan di Pelabuhan KKT Kariangau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga estetika kota, sekaligus mengurangi dampak kepadatan lalu lintas di kawasan pusat kota.

“Pelabuhan Semayang nantinya untuk kapal penumpang, sedangkan KKT untuk bongkar muat barang. Ini supaya tidak mengganggu tata kota dan lalu lintas. KKT juga sudah besar dan memiliki kedalaman memadai,” ungkapnya. (Las)



Pasang Iklan
Top