• Kamis, 14 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, Kamis (14/5/2026).(Foto: Sulastri/Kutairaya)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Ketergantungan Kota Balikpapan terhadap pasokan bahan pokok dari luar daerah dinilai perlu segera dikurangi melalui penguatan sektor pertanian lokal, khususnya pengembangan lahan sawah di wilayah Balikpapan Timur.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, mengatakan Balikpapan sebenarnya memiliki potensi untuk meningkatkan produksi pangan sendiri, terutama di kawasan Lamaru dan Teritip yang dinilai cocok untuk pengembangan pertanian padi.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih serius melakukan pembinaan, edukasi, hingga pemberian bantuan kepada petani, agar produksi pangan lokal dapat meningkat dan mendukung ketahanan pangan kota.

“Balikpapan ini masih sangat tergantung pasokan sembako dari luar daerah. Padahal kita punya peluang meningkatkan produksi pangan sendiri, contohnya padi di wilayah Lamaru dan Teritip,” ujar Budiono, pada hari Kamis(14/5/2026).

Ia menilai pengembangan sektor pertanian menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pangan, terlebih dengan posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Oleh karena itu, DPRD mendorong dinas terkait agar fokus memperkuat infrastruktur pendukung pertanian, terutama sistem pengairan dan irigasi yang menjadi kebutuhan utama petani.

“Kalau memang itu menjadi skala prioritas, tentu harus kita anggarkan. Untuk mendukung produksi pangan, pengairan dan irigasi harus berjalan,” tegasnya.

Budiono menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi hambatan dalam pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, pemerintah kota dapat memanfaatkan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Ia menyebut peluang pendanaan bisa berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga dukungan Balai Wilayah Sungai yang menangani urusan sumber daya air dan irigasi.

“Kalau anggaran daerah terbatas, bisa diajukan melalui Bankeu provinsi ataupun ke Balai karena urusan air memang ada di sana,” katanya.

Budiono optimistis pemerintah pusat akan memberi perhatian lebih terhadap program ketahanan pangan daerah, terutama di tengah upaya nasional memperkuat sektor pangan dan mengurangi ketergantungan distribusi antardaerah.

“Saya pikir untuk ketahanan pangan pemerintah pusat pasti mendukung. Apalagi ada DAK yang memang disiapkan untuk sektor-sektor seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan lahan pertanian di Balikpapan tidak hanya mampu menjaga stabilitas pasokan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan pinggiran kota.

Menurutnya, jika dikelola secara serius dan didukung infrastruktur memadai, Balikpapan tidak hanya menjadi kota jasa dan industri, tetapi juga memiliki ketahanan pangan yang lebih kuat di masa depan. (Las)



Pasang Iklan
Top