
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, Selasa (12/5/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Di tengah efisiensi anggaran, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar tetap berupaya menjalankan tugas pembinaan dan pelestarian budaya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo mengatakan, pelestarian budaya tetap menjadi perhatian pihaknya, baik terhadap budaya yang sudah masuk kategori cagar budaya maupun komunitas kesenian tradisional yang berkembang di tengah masyarakat.
"Bidang kebudayaan memiliki tugas utama dalam pembinaan dan pelestarian. Saat ini pelestarian yang kami lakukan mencakup cagar budaya maupun tarian-tarian tradisional yang hidup di masyarakat. Itu semua tentu menjadi perhatian kami," ujarnya pada KutaiRaya.com, Selasa (12/5/2026).
Meski kondisi anggaran mengalami efisiensi, pihaknya memastikan pelayanan kepada para pelaku seni dan komunitas budaya tetap berjalan.
Menurutnya, pembinaan masih terus dilakukan meski dengan keterbatasan pembiayaan.
"Dengan efisiensi yang ada, kami tetap melakukan pembinaan walaupun tanpa pembiayaan. Misalnya ada seniman yang datang berkonsultasi atau membutuhkan arahan, kami selalu mendukung semampu kami," katanya.
Ia menjelaskan, Disdikbud Kukar tetap berupaya memberikan wawasan dan gambaran mengenai kebudayaan yang ada di Kutai Kartanegara, terutama budaya yang memiliki nilai nasional dan perlu terus dilestarikan.
Selain itu, pihaknya juga terus memberikan pendampingan kepada komunitas budaya, termasuk terkait persyaratan administrasi seperti Nomor Induk Kesenian (NIK).
Menurutnya, masih ada komunitas yang belum memahami pentingnya NIK dalam pendataan komunitas seni dan budaya.
"Yang kami utamakan memang NIK. Tetapi ada juga komunitas yang belum tahu bahwa ada persyaratan tersebut. Bukan berarti kami tidak membina mereka, justru kami memberikan informasi dan arahan bagaimana cara mendapatkan NIK itu," ungkapnya.
Ia menegaskan, komunitas budaya yang bergerak di bidang tradisional tetap menjadi bagian penting dalam program pembinaan dan pelestarian yang dijalankan Disdikbud Kukar.
"Kami akan terus berupaya karena itu memang tugas pokok dan fungsi kami. Ada anggaran ataupun tidak, semaksimal mungkin kami akan tetap melayani komunitas-komunitas budaya yang ada," tegasnya.
"Target kami tentu banyak, tetapi yang paling utama adalah bagaimana memaksimalkan sumber daya yang ada untuk bisa terus melayani komunitas-komunitas kebudayaan," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu komunitas seni dari Kecamatan Kota Bangun, Sanggar Seni Saguntur Bertata Menata Tertata, Rozali mengaku, untuk dukungan dari Disdikbud Kukar cukup memuaskan.
"Alhamdulillah untuk bantuan dari Disdikbud Kukar, cukup baik, kita dimulai dibantu dengan pembuatan Nomor Induk Kesenian salah satunya, kita paham saat ini kondisi keuangan daerah, hanya saya kedepannya mungkin kita bisa dilibatkan diberbagai kegiatan," pungkasnya. (*Zar)