
Penampilan dari Sanggar Seni Saguntur Bertata Menata Tertata.(Foto:Achmad Nizar/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Semangat melestarikan seni dan budaya daerah yang jarang terlihat terus dilakukan oleh Sanggar Seni Saguntur Bertata Menata Tertata dari Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sanggar yang berada di Desa Wisata Sangkuliman ini sering menampilkan seni tari khas dengan keidentikan desanya, salah satu yang dibawakan pada event Simpang Odah Etam, pihaknya membawakan tarian bertema kehidupan nelayan dan kisah asal-usul Desa Sangkuliman.
Pembina Sanggar Seni Saguntur Bertata Menata Tertata, Rozali mengatakan penampilan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi para penari muda mereka tampil di panggung yang lebih luas.
"Ini pertama kalinya anak-anak tampil di SOE untuk menampilkan tari ini. Kami mengangkat cerita tentang kehidupan nelayan dan sejarah Kampung Sangguliman yang dulunya belum berpenghuni," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, tarian yang dibawakan tidak hanya menampilkan gerakan seni saja, tetapi juga menyampaikan nilai sejarah dan kepercayaan masyarakat setempat.
Diceritakan bahwa setelah kampung mulai dihuni, makhluk-makhluk gaib yang dipercaya menjaga wilayah tersebut dipindahkan ke Gunung Talo yang berada di belakang Desa Sangguliman.
"Makhluk itu dipercaya tetap menjaga Desa Sangguliman dari Gunung Talo agar desa tetap utuh dan lestari," jelasnya.
Sanggar Seni Saguntur Bertata Menata Tertata sendiri baru berdiri pada tahun 2023, sanggar ini aktif melakukan latihan rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu. Saat ini, sanggar memiliki tujuh anggota penari yang terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan.
Ia mengungkapkan bahwa keberadaan sanggar mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya melalui Dispar an dan Disdikbud bidang kebudayaan.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata Kukar. Dari bidang kebudayaan kami sudah mendapat izin resmi dan memiliki nomor induk sanggar tari. Sementara dari Dinas Pariwisata melalui ekonomi kreatif, kami juga sering didukung dalam berbagai kegiatan pertunjukan," katanya.
Ia berharap, dukungan pemerintah terhadap pengembangan seni daerah terus berlanjut, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang masih terbatas.
"Harapan kami ke depan, sanggar tari ini bisa terus berkembang dan berkelanjutan. Ini menjadi langkah awal bagi kami untuk tampil lebih baik lagi di masa mendatang. Kami juga berharap fasilitas penunjang kesenian bisa lebih dilengkapi," tutupnya. (*Zar)