
Pelatihan Sertifikat Juru Sembelih Halal (JULIHA) Yang diselenggarakan DMI Kukar.(Foto: Widha Riduan/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Jelang Idul Adha 1447 H serta ingin mencetak tenaga penyembelih yang kompeten, profesional, serta memahami syariat Islam dan standar kesehatan dalam proses penyembelihan hewan qurban. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kukar selenggarakan Pelatihan Sertifikat Juru Sembelih Halal (JULIHA).
Kegiatan yang diikuti 30 peserta ini dilaksanakan selama dua hari 11-12 Mei 2026, di sekretariat DMI Kukar, dan menghadirkan narasumber dari MUI Kaltim, LPPOM Kaltim, serta dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kukar melalui UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, Senin (11/5/2026). Juga dihadiri pengurus dan jajaran DMI Kukar.
Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, pelatihan dan sertifikasi JULIHA bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk jaminan syar’i bahwa proses penyembelihan telah memenuhi ketentuan agama Islam, mulai dari syarat penyembelih, tata cara penyembelihan, hingga perlakuan terhadap hewan sembelihan.
"Pelatihan sertifikasi JULIHA tersebut juga diharapkan mampu mendukung penguatan ekosistem halal di Kukar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan, kesehatan pangan, serta daya saing produk halal daerah. Dengan semakin banyaknya juru sembelih bersertifikat, Pemkab Kukar optimistis masyarakat akan memperoleh kepastian terhadap keamanan dan kehalalan produk daging yang beredar di pasaran," ungkap Akhmad Taufik Hidayat.
Sementara itu, Ketua Harian DMI Kukar Chairil Anwar menuturkan, bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada para tukang jagal hewan kurban agar pelaksanaan penyembelihan dilakukan sesuai sunnah dan ketentuan agama Islam.
"Dalam kegiatanl ini juga didukung penuh oleh PT MHU. Dan kegiatan ini sebenarnya dilaksanakan sejak tahun lalu, namun karena berbagai hal maka kegiatan ini baru bisa dilaksanakan tahun ini, " ujarnya.
Untuk peserta lanjutnya, semula kegiatan ini direncanakan dihadiri 25 orang, namun yang hadir ada 30 orang perwakilan Takmir Masjid dari Tenggarong dan Tenggarong Seberang, kemudian dari perwakilan PCNU Kukar, PD Muhammadiyah Kukar dan LDII Kukar serta dari pengurus DMI Kabupaten Kukar.
Chairil Anwar berharap, kegiatan ini akan terus berlanjut di semua Kecamatan, dan kami juga akan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di beberapa Kecamatan, seperti pengusaha yang lokasi usahanya berada dekat Masjid yang berlokasi di ring 1 mereka.
"Kita berharap, juru sembelih bersertifikat hala ini ada di Masjid karena tidak lama lagi kita menghadapi Idul Adha. Dan pelatihan ini selain diisi materi juga ada praktek langsung di RPH Mangkurawang," tukasnya. (One)