
Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza.(Foto; Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) meminta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bermitra dengan dunia usaha, dalam menampung lapangan pekerjaan.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza kepada Kutairaya, Jum
Ia mengatakan, tujuan dari mitra ini agar masyarakat Kukar yang dilatih dan dibiayai pemerintah daerah ini langsung mendapatkan lapangan pekerjaan tetap.
"Sehingga pemerintah daerah tak sia-sia mengeluarkan biaya tersebut. Jika peserta pelatihan itu mendapatkan lapangan pekerjaan tetap, itu dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan," katanya.
Pihaknya menegaskan akan melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terhadap lapangan pekerjaan yang dibutuhkan.
Sehingga pelatihan tenaga kerja yang dilakukan pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Pelatihan tenaga kerja ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), agar peserta itu terampil dan mampu bersaing," ucapnya.
Adapun pelatihan yang dilaksanakan ada teknik dan nonteknik, diantaranya welder, mekanik, driver, menjahit dan lainnya.
Menurutnya, upaya ini dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kukar.
"Pelatihan juga salah satu penanganan kemiskinan," ujarnya.
Sementara itu warga Tenggarong, Krisna mengemukakan, dampak mengikuti pelatihan dari pemerintah daerah ini luar biasa.
Pasalnya, pelatihan yang diikutinya bisa membuka peluang usaha baru.
"Saya mengikuti pelatihan babershop dan telah membuka usaha pangkas rambut kecil-kecilan," tutur Krisna. (Ary)