
Dokumen rapat pensiunan guru.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kutai Kartanegara (Kukar) mendesak Koperasi Dharma Bakti untuk segera mengeluarkan simpanan para pensiunan guru.
Pasalnya, para pensiunan guru itu telah menyimpan uang itu selama menjadi guru, dengan mekanisme pemotongan gaji sebesar Rp 100 ribu setiap bulan per orang.
Penyimpanan itu bertujuan untuk menjamin masa tua yang bersangkutan, ketika telah tak menjadi guru.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Endri mengatakan, usai mengetahui adanya persoalan simpanan yang belum dibayarkan oleh pihak Koperasi tersebut, pihaknya langsung menghubungi koperasi yang bersangkutan, untuk meminta kejelasan.
"Dari penjelasan pihak koperasi, memang kondisinya tengah mengalami kesulitan keuangan," kata Endri kepada Kutairaya, Kamis (7/5/2026).
Kesulitan ini dipengaruhi adanya piutang yang belum terselesaikan.
Namun pihak Koperasi Dharma Bakti siap bertanggung jawab, untuk memberikan dana simpanan kepada para pensiunan guru.
"Dharma Bakti siap membayar dana simpanan kepada yang bersangkutan, secara bertahap," ucapnya.
Bagi yang bersangkutan bisa langsung menghubungi pihak Koperasi Dharma Bakti, terkait proses penarikan dana yang telah disimpan.
Pihaknya menegaskan, Koperasi Dharma Bakti bisa melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), untuk membayar atau mengeluarkan dana yang disimpan.
"Koperasi itu bisa melakukan inventarisasi aset yang dimiliki, jika ada aset dan disepakati bersama pengurus untuk dijual dan dibayarkan kepada pensiunan guru tak masalah," ujarnya.
Sementara itu salah seorang pensiunan guru, Dwi Pujiastuti menjelaskan, proses pembayaran itu tergantung dari kesepakatan rekan lainnya yang menjadi korban.
"Jika kemampuan koperasi itu hanya mengembalikan secara bertahap, dengan terpaksa kemungkinan sepakat. Tapi jika ada solusi lainnya, untuk bisa sekaligus itu juga lebih baik," kata Dwi Pujiastuti.
Ia menyebutkan, tunggakan koperasi kepada pensiunan guru sekitar Rp 500-600 juta, karena ada sekitar 60 orang yang menjadi korban, dengan rata-rata sekitar Rp 10 juta.
"Kami sangat berharap simpanan yang kita simpan di koperasi itu bisa segera dikeluarkan atau dibayarkan," ucapnya. (Ary)