
SDN 035 Tenggarong.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): SDN 035 Tenggarong hingga kini belum mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Belum terealisasinya program tersebut disebabkan wilayah sekolah yang berada di Kelurahan Timbau masih terkendala belum tersedianya dapur penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di zona setempat.
Kepala SDN 035 Tenggarong, Ripadil mengatakan, pihak sekolah sangat berharap program MBG segera dapat diterapkan karena dinilai penting dalam menunjang kesehatan dan kecerdasan peserta didik.
“Untuk SDN 035 memang belum mendapatkan MBG karena zona dapurnya belum ada. Padahal kami berharap program ini juga bisa segera dirasakan, apalagi sekolah kami berada di pusat kota. Kalau memang ini berdampak baik untuk peningkatan gizi anak-anak, tentu kami sangat mendukung,” ujarnya.
Menurut Ripadil, kesehatan menjadi faktor utama dalam menunjang proses belajar murid di sekolah.
Ia menilai asupan makanan bergizi akan membantu peserta didik lebih sehat dan siap menerima pelajaran.
“Kalau ingin anak cerdas, ya harus sehat dulu. Makanan bergizi itu penting, dan kami berharap nanti bahan makanan serta gizinya benar-benar sesuai agar bisa mendukung kesehatan anak-anak,” katanya.
Meskipun belum banyak pertanyaan dari orangtua murid, Ripadil mengaku ada beberapa murid yang sempat menanyakan alasan sekolah mereka belum menerima program tersebut.
Pihak sekolahpun memberikan penjelasan bahwa kendala utama masih belum tersedia dapur MBG di wilayah mereka.
“Kalau dari orangtua belum banyak, tapi ada 1-2 anak yang bertanya kenapa sekolah lain sudah, sementara kami belum. Kami jelaskan karena zona dapurnya memang belum tersedia,” ujarnya.
Saat ini, SDN 035 Tenggarong memiliki total 518 siswa.
Jumlah tersebut menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya yang sempat mendekati 600 siswa, seiring penerapan sistem pembagian daya tampung dengan sekolah sekitar.
Sementara itu Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, memastikan pelaksanaan program MBG di wilayah Kecamatan Tenggarong secara umum berjalan aman dan lancar.
“Dari 13 SPPG di Kecamatan Tenggarong, hampir semuanya sudah beroperasi, kemarin juga baru diresmikan beberapa titik, dan Alhamdulillah program ini berjalan baik,” ucapnya.
Eko menambahkan, masih terdapat satu titik SPPG di wilayah Timbau yang saat ini belum sepenuhnya beroperasi karena masih dalam tahap pembangunan.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu pelaksanaan MBG secara keseluruhan di Kecamatan Tenggarong. (Dri)