• Kamis, 07 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Direktur Utama (Dirut) PT Tunggang Parangan, Awang Mohammad Luthfi (Foto : Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com) : Direktur Utama PT Tunggang Parangan, Awang Mohammad Luthfi, angkat suara menyusul sorotan kerja perusahaan plat merah beberapa tahun terakhir yang beban operasionalnya cukup tinggi.

Pendapatan yang disetor ke daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih minim. Tahun 2025, angka laba kotor mencaba Rp4,1 miliar.

Kendati demikian, perusahaan daerah Tunggang Parangan menunjukkan kondisi yang lebih sehat setelah sempat mengalami kerugian besar pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengemukakan, saat mulai menjabat pada 2021, kondisi perusahaan masih dibebani kerugian hingga puluhan miliar rupiah akibat persoalan masa lalu.

Namun secara bertahap, PT Tunggang Parangan berhasil bangkit dan mulai mencatatkan keuntungan.

"Pada 2021 perusahaan masih dalam kondisi rugi puluhan miliar. Alhamdulillah setelah kami melakukan pemulihan, di tahun pertama mulai bergerak positif, lalu 2022 sudah bisa menghasilkan pendapatan untuk daerah, walaupun nilainya masih kecil," kata Awang, Kamis (7/6/2026).

Menurut Luthfi, model usaha yang dijalankan PT Tunggang Parangan berbasis kemitraan dengan sejumlah pihak, termasuk Pelindo dan mitra operasional lainnya.

Sistem kerja sama tersebut menggunakan pola bagi hasil sehingga perusahaan tidak sepenuhnya menanggung modal operasional.

Ia menjelaskan, sebagian besar keuntungan perusahaan selama 4 tahun terakhir masih digunakan untuk menyelesaikan berbagai kewajiban lama, seperti pembayaran utang pajak, pesangon karyawan, hingga persoalan perdata masa lalu.

"Keuntungan yang kami dapat banyak terserap untuk menyelesaikan kewajiban lama. Bahkan biaya yang kami keluarkan sempat mencapai 52 persen dari total pendapatan, bukan untuk operasional, tetapi membayar utang dan kewajiban perusahaan," jelasnya.

Namun, ia memastikan kondisi perusahaan saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Selain mulai mencetak keuntungan, PT Tunggang Parangan juga terus melakukan pembenahan manajemen dengan menerapkan prinsip efisiensi dan transparansi.

"Kami sangat efisien. Direksi hanya satu, tidak banyak posisi manajerial, dan seluruh laporan keuangan diaudit secara transparan. Semua informasi juga bisa diakses melalui website perusahaan," katanya.

Luthfi menambahkan, saat ini PT Tunggang Parangan masih fokus pada sektor usaha maritim di Sungai Mahakam, terutama jasa pemanduan dan penundaan kapal (tunda), serta layanan bongkar muat dan perizinan kepelabuhanan.

Selain bisnis utama tersebut, perusahaan juga menjalankan sejumlah usaha lain berskala kecil sebagai bentuk keterlibatan dengan masyarakat, seperti penjualan sembako hingga telur.

Menurutnya, perusahaan belum melakukan ekspansi besar-besaran karena masih dalam tahap pemulihan kondisi internal.

Namun secara bertahap, PT Tunggang Parangan mulai memperluas layanan hingga ke wilayah Kota Bangun dan berencana berkembang ke kawasan Sebulu.

"Posisi kami saat ini masih recovery. Jadi fokus kami menyehatkan usaha yang sudah ada terlebih dahulu. Pelan-pelan kami mulai ekspansi di sepanjang Sungai Mahakam," ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top