• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para atlet PASI Kukar yang tengah melakukan pendinginan setelah latihan. (Foto : Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Meski terjadi pergantian kepengurusan, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tetap berjalan. Target besar sebagai juara umum pun tidak berubah.

Kepala Pelatih PASI Kukar, Ladiman mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pengurus baru terkait langkah teknis persiapan tim.

"Untuk ketua baru ini kami juga belum memahami karakter dan arah kebijakannya. Jadi kami belum tahu apakah nanti tetap mengacu pada hasil Pra Porprov kemarin atau akan ada seleksi ulang," ujar Ladiman pada KutaiRaya.com, Rabu (6/5/2026).

Sebelumnya, masa bakti Ketua PASI Kukar telah rampung, hingga akhirnya dilakukan pemilihan ketua baru untuk melanjutkan kepemimpinan PASI Kukar, dan saat ini, Sopan Sopian salah satu anggota dari Fraksi Gerindra DPRD Kukar telah terpilih menjadi Ketua PASI Kukar.

Ia menjelaskan, sebelumnya tim PASI Kukar telah menetapkan 37 atlet berdasarkan hasil Pra Porprov 2025. Namun, dengan adanya kepengurusan baru, kemungkinan perubahan jumlah atlet masih terbuka.

"Kalau pun ada pengurangan, harapannya tidak terlalu jauh. Mungkin minimal di angka 32 atlet. Tapi sejauh ini belum ada arahan resmi," jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan, target prestasi tidak mengalami perubahan. PASI Kukar tetap berambisi meraih gelar juara umum pada Porprov 2026 mendatang.

"Kita masih menargetkan juara umum. Walaupun pada Porprov sebelumnya kita berada di peringkat kedua, selisihnya hanya satu sampai dua medali," katanya.

Menurutnya, peluang untuk menjadi yang terbaik tetap terbuka, terutama jika pembinaan atlet lokal terus diperkuat. Ia menilai selama ini Kukar memiliki banyak atlet potensial dari daerah sendiri yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

"Kita ingin fokus pada pembinaan atlet lokal. Jangan hanya mengandalkan atlet dari luar atau cabutan. Semua daerah seharusnya membina atletnya sendiri, bukan mencari yang sudah jadi," pungkasnya. (*Zar)

Pasang Iklan
Top