
Kepala DPMD Kukar Arianto.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program Rp 150 juta per RT di Kukar hingga kini tak kunjung berjalan.
Warga Kecamatan Tenggarong berharap program ini bisa segera direalisasikan.
Ketua RT 03 Kelurahan Timbau, Faidil mengatakan, hingga saat ini menunggu petunjuk teknis (juknis) dalam menjalankan program tersebut.
Pihaknya belum merencanakan program kegiatan dalam merealisasikan program tersebut, karena juknis dari pemerintah daerah belum keluar.
"Kami siap menjalankan program tersebut sesuai dengan juknis yang berlaku. Kami bisa merencanakan, tapi kalau perencanaan itu tak sesuai juknis, maka tak bisa dilaksanakan," kata Faidil kepada Kutairaya, Selasa (5/5/2026).
Ia mengemukakan, di lingkungan RT 03 ini ada beberapa yang masih perlu perhatian melalui program RT, di antaranya membantu warga miskin, kegiatan gotong royong dan lainnya.
"Kami berharap, juknis itu bisa segera keluar dan programnya berjalan dengan baik, untuk kepentingan hingga kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 13 Kelurahan Timbau, Tuti Mandasari.
Ia menyebutkan, program itu rencananya digunakan untuk gotong royong drainase, bank sampah hingga memberikan bantuan sosial warga miskin.
"Kami belum tahu terhadap waktu pelaksanaan program itu. Semoga perencanaan kami ini bisa sesuai dengan juknis, yang dibuat oleh pemerintah daerah," kata Tuti.
Menurutnya, program ini sangat penting, khususnya dalam percepatan pembangunan di lingkungan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Arianto menjelaskan, program itu segera direalisasikan.
Namun untuk saat ini, program RT sedang tahap harmonisasi Peraturan Bupati (Perbup).
"Kami targetkan Mei 2026 ini telah rampung proses harmonisasi Perbup," ujar Arianto.
Ia menegaskan, program itu nantinya menyasar untuk pembangunan di tingkat lingkungan RT, memberikan bantuan sosial kepada warga miskin, gotong royong dan lainnya.
"Program ini bagian dari bentuk komitmen pemerintah daerah, dalam percepatan pembangunan di tingkat bawah," ucapnya. (Ary)