• Minggu, 03 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Atlet Petanque Kukar saat berlatih.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Persiapan cabang olahraga (Cabor) Petanque di Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjalan intensif menjelang ajang Porprov Kaltim di Paser yang dijadwalkan berlangsung November tahun ini.

Di balik latihan yang semakin ditingkatkan, pengurus justru menyoroti tantangan unik yang datang bukan dari dalam tim, melainkan dari faktor eksternal para atletnya.

Sekretaris Petanque Kukar, Muhammad Nur Alamsyah menegaskan, secara internal tim tidak memiliki kendala. Justru menurutnya, kekuatan utama Kukar terletak pada semangat dan potensi atlet-atlet muda yang terus berkembang.

"Kalau dari internal, kami optimis. Atlet-atlet kita punya kualitas dan semangat untuk terus naik prestasinya setinggi mungkin," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (1/5/2026).

Namun, realitanya di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas atlet Petanque Kukar masih berstatus pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA, bahkan sebagian kecil sudah berkuliah. Hal ini membuat pengaturan waktu latihan menjadi tantangan tersendiri.

"Bukan kendala besar sebenarnya, tapi lebih ke faktor eksternal. Atlet kita ini masih sekolah. Ada yang akan naik dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke universitas. Ini yang perlu kami sesuaikan jadwal latihannya," jelasnya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kesiapan tim menghadapi Porprov. Kekhawatiran muncul ketika sejumlah atlet yang lulus SMA memilih melanjutkan pendidikan di luar daerah, seperti ke Pulau Jawa. Selain soal jarak, pembiayaan menjadi alasan utama mereka berpotensi absen dari ajang tersebut.

"Kami tidak bisa menahan mereka, karena itu masa depan mereka. Tapi ini tentu berpengaruh pada komposisi tim," tambahnya.

Meski begitu, Petanque Kukar tetap menatap dengan strategi regenerasi. Tim yang akan diturunkan direncanakan terdiri dari 14 atlet, masing-masing tujuh putra dan tujuh putri.

Akan ada wajah baru yang dipastikan akan menghiasi skuad, namun kualitas tetap menjadi prioritas utama.

"Kami mungkin banyak wajah baru, tapi untuk profesionalitas dan kualitas, kami jamin," tegasnya.

Selain fokus pada atlet, perhatian juga diberikan pada kelengkapan sarana latihan dan pertandingan, khususnya bola besi atau bosi. Menurutnya, perlengkapan ini sangat vital dalam olahraga petanque.

"Bola besi itu ada nomor serinya. Kalau sudah sering dipakai, bisa terkikis. Dalam pertandingan, nomor itu harus terlihat jelas supaya tidak tertukar. Jadi kami mengusulkan pengadaan baru," ungkapnya.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan mendapat respons positif. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan kebutuhan tersebut demi mendukung performa atlet.

"Ini bukan untuk pengurus, tapi untuk atlet. Ibarat bulu tangkis tanpa raket, kita tidak bisa bermain tanpa alat. Jadi kami berharap ini bisa dipenuhi," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top