• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Prestasi Petanque Kukar pada BK Porprov Kaltim 2025.(Foto: Dok Petanque Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Waktu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 semakin singkat. Persiapan atlet berbagai kabupaten kota terus dikebut. Namun saat ini, tetap anggaran yang menjadi tantangan di setiap daerah.

Efisiensi yang terjadi di hampir seluruh daerah berdampak langsung pada program pembinaan atlet. Salah satu yang terdampak pada Kabupaten Kutai Kartanegara yang dikabarkan dengan terancamnya ditiadakannya Training Center (TC) atau pemusatan latihan.

Kabar ini telah disampaikan oleh Kadispora Kukar Aji Ali Husni beberapa waktu lalu, yang disebabkan program TC belum tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) maupun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026. Artinya, dalam waktu dekat belum ada ruang perubahan anggaran untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan atlet dan pengurus cabor. Sebab, TC selama ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan performa dan kesiapan bertanding.

Salah satu yang bersuara mengenai TC tersebut dari Sekretaris Petanque Kukar, Muhammad Nur Alamsyah mengaku, kondisi ini cukup menyulitkan bagi peningkatan performa atlet.

"Agak sulit untuk menaikkan performa atlet tanpa TC. Harapan kami, dengan adanya sentralisasi atau desentralisasi latihan, itu bisa membantu mencapai target," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, TC bukan sekedar tempat latihan, tetapi juga menjadi tolak ukur kesiapan atlet.

"Dengan adanya pemusatan latihan, pemanggilan atlet, semuanya terpusat, itu bisa meningkatkan kepercayaan diri atlet. Itu penting sekali," jelasnya.

Meski begitu, ia memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Ia menegaskan, pihaknya tetap akan berjuang maksimal.

"Kami memahami keadaan daerah. Tapi kami tetap akan berjuang setinggi-tingginya. Besar harapan kami pemerintah bisa membantu, khususnya untuk TC cabor petanque," tambahnya.

Di sisi lain, tidak semua cabor bergantung penuh pada TC. Beberapa di antaranya mulai beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Sementara, Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kukar, Adji Ades Caritabuana menilai, situasi ini masih dalam batas wajar.

"Kalau saya menanggapi, wajar saja. Memang ada pengurangan anggaran di kabupaten," katanya.

Untuk cabor balap motor, menurutnya, kebutuhan TC tidak terlalu besar dibandingkan cabor lain.

"Latihan mandiri sebenarnya sudah cukup. Memang TC perlu, tapi tidak terlalu krusial bagi kami. Atlet bisa menjaga fisik dengan latihan sendiri," sebutnya.

Ia juga menambahkan, kebutuhan seperti stamina dan suplemen masih bisa diatasi tanpa program TC yang besar.

"Kami menyesuaikan saja dengan anggaran yang ada. Yang penting latihan tetap jalan," ujarnya.

Meski dengan keterbatasan, IMI Kukar tetap optimistis menghadapi Porprov 2026.

"Insya Allah kami optimistis. Di Pra Porprov kami dapat dua emas. Harapannya di Porprov nanti bisa lebih dari itu," imbuhnya.

Hal ini juga telah terdengar di Komisi IV DPRD Kukar, Ketua Komisi IV DPRD Kukar Andi Faisal mengaku, persoalan anggaran Porprov tengah dibahas bersama pemerintah daerah.

Ia menyebutkan, kondisi keuangan tidak hanya dialami Kukar, tetapi juga daerah lain di Indonesia.

"Memang kondisi keuangan kita saat ini tidak baik-baik saja. Kami bersama pemerintah daerah sedang membahas dan mencoba merevisi beberapa pos anggaran," sebutnya.

Ia berharap, tetap ada solusi bagi para atlet, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak swasta dalam mendukung program TC.

"Kami juga membuka peluang dukungan dari pihak swasta untuk membantu cabor dalam pelaksanaan TC," katanya.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk Porprov saja diperkirakan masih kurang sekitar Rp9 hingga Rp14 miliar, belum termasuk kebutuhan TC.

Karena itu, berbagai opsi tengah dipertimbangkan, termasuk penyesuaian durasi TC.

"Mungkin TC yang biasanya tiga bulan bisa disesuaikan menjadi tiga minggu atau satu bulan. Ini masih kami kaji," tuturnya.

Ia meminta seluruh pihak, khususnya atlet dan pengurus cabor, untuk bersabar menunggu keputusan.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dispora. Insya Allah, akhir Mei ini sudah ada keputusan apakah TC bisa dilaksanakan atau tidak," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top