
Layanan kesehatan yang digelar di Kedai Ojol Kamtibmas.(Foto: Dok. Polres Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Hari Buruh Internasional tahun ini yang dilakukan Polres Kukar terasa berbeda di Tenggarong. Jika biasanya hari Jumat identik dengan kegiatan Jumat Berkah berupa pembagian makanan atau bahan pokok, kali ini pendekatan yang dilakukan justru menyentuh sisi kesehatan para pekerja.
Sejak pagi, Jumat (1/5/2026), jajaran Satuan Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kukar sudah bersiap di Kedai Ojol Kamtibmas, Jalan Jenderal Sudirman, Tenggarong.
Mulai pukul 08.00 WITA, mereka membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis khusus bagi pengemudi ojek online (ojol), kelompok pekerja yang sering luput dari perhatian dalam peringatan Hari Buruh.
Momen May Day di Kukar justru diisi dengan aksi humanis. Para pejuang yang tetap bekerja di tengah peringatan hari buruh tampak memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga konsultasi medis ringan.
Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Maryono, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi di jalan.
Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting yang sering terabaikan oleh para pengemudi ojol karena tuntutan pekerjaan.
"Momen Hari Buruh ini kami maknai dengan hadir langsung di tengah mereka. Kami ingin memastikan para pengemudi ojol tetap dalam kondisi sehat dan aman saat bekerja," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (1/5/2026).
"Tim medis yang diterjunkan langsung dari tenaga profesional, kehadiran mereka dipastikan memberikan rasa nyaman bagi para pengemudi yang selama ini jarang meluangkan waktu untuk memeriksakan kesehatan," lanjutnya.
Para pengemudi ojol pun menyambut positif inisiatif ini. Di sela menunggu pesanan, mereka bisa memeriksa kondisi tubuh tanpa harus mengeluarkan biaya, sesuatu yang jarang mereka dapatkan di hari biasa.
Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar. Lebih dari sekadar layanan kesehatan, aksi ini menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para pekerja transportasi online. (*Zar)