• Kamis, 30 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Perbedaan data terkait jumlah atlet yang akan diberangkatkan ke ajang Porprov Kalimantan Timur 2026 menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar beberapa waktu lalu.

Sempat terjadi selisih yang menimbulkan kebingungan, terutama di kalangan atlet, terkait kepastian jumlah keberangkatan dan kesiapan anggaran.

Dalam paparan sebelumnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menyebutkan jumlah atlet sebanyak 1.200 orang. Angka tersebut disertai dengan estimasi kekurangan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen.

Namun, Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar menyampaikan, terdapat perbedaan data yang perlu diluruskan. Menurutnya, jumlah atlet murni yang dimiliki Kukar mencapai 1.675 orang.

"Dari paparan memang ada sedikit miss. Hitungan tadi itu jumlah atlet 1.200, padahal data kami untuk atlet murni ada 1.675. Itu belum termasuk official dan pendamping," ujarnya pada KutaiRaya.com.

Ia menambahkan, perbedaan ini berpotensi memengaruhi perhitungan anggaran, yang sebelumnya disebut mengalami kekurangan Rp9 hingga Rp10 miliar. Angka tersebut, menurutnya, masih bisa berubah tergantung hasil final dari cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

"Dari 63 cabor yang kita ikuti, masih ada pembahasan di tingkat provinsi terkait kelas-kelas tanding. Tidak semua kabupaten kota mengikuti seluruh kelas yang dipertandingkan. Jadi kita masih menunggu keputusan final, kemungkinan satu hingga dua bulan ke depan," tambahnya.

Sementara itu, dari pihak Dispora Kukar, melalui Kepala Bidang Pembinaan Prestasi, Rita Agustina menjelaskan, selisih angka tersebut lebih kepada kesalahan teknis dalam penyampaian data, bukan perbedaan substansi.

"Memang benar sempat disebut angka 1.600, tetapi itu adalah jumlah global, termasuk atlet, official, dan pendamping. Untuk atlet murni tetap di angka 1.200, dan data ini juga berasal dari KONI Kukar," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (30/4/2026).

Ia juga menegaskan, anggaran yang disusun sebelumnya sudah mencakup keseluruhan kebutuhan, termasuk official dan pendamping. Oleh karena itu, ia meminta para atlet tidak perlu khawatir dengan perbedaan data yang muncul.

"Yang terpenting, atlet tetap fokus pada persiapan menghadapi Porprov Kaltim. Soal data dan anggaran, itu akan kami sinkronkan bersama KONI," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top