• Kamis, 30 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi. Rabu, (29/4/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, mulai mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap inflasi dan harga kebutuhan pokok.

Pemkot Samarinda mengantisipasi dampak kenaikan BBM terhadap inflasi, dengan melalui pembahasan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengingat kenaikan harga bahan bakar berpotensi memicu efek berantai, pada biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok, meski langkah teknis lanjutan masih dalam tahap perumusan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi mengatakan, pembahasan awal telah dilakukan secara makro dan akan ditindaklanjuti melalui rapat teknis lintas OPD.

“Ini kita mengantisipasi saja, karena kan sudah mulai ada kenaikan. Harga-harga pelan-pelan sudah bergerak naik,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, kenaikan BBM berpotensi memicu efek berantai terhadap distribusi barang dan harga di pasar.

“Kalau BBM naik, distribusi pasti terpengaruh. Ongkos angkut naik, otomatis harga barang juga ikut naik. Itu yang kita antisipasi supaya tetap terkendali,” jelasnya.

Menurut Neneng, pembahasan saat ini masih bersifat umum dan belum masuk pada langkah teknis yang detail.

“Tadi masih pembahasan secara makro. Nanti akan ada rapat teknis lagi dengan OPD terkait untuk menyusun langkah konkret,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa, sejumlah instansi yang akan terlibat dalam pembahasan lanjutan tersebut.

“Nanti yang terlibat itu dari bagian perekonomian, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, termasuk Perumda seperti Varian Niaga. Mereka yang akan menyusun langkah teknisnya,” ungkapnya.

Selain itu, masukan dari berbagai sektor juga telah dihimpun dalam rapat awal.

“Tadi kita juga dengar masukan dari pertanian, dari Dishub, dari ekonomi, semuanya. Itu akan dirangkum untuk dibahas lebih lanjut,” tambahnya.

Terkait data inflasi terkini, ia menyampaikan jika ia masih menunggu rilis resmi dari instansi teknis.

“Kalau data inflasi detailnya nanti di dinas teknis. Yang jelas, indikasinya sudah mulai ada kenaikan harga,” ujarnya.

Ia menekankan, pentingnya langkah antisipatif, agar kenaikan harga tidak berdampak luas pada masyarakat.

“Intinya kita ingin supaya inflasi tetap terkendali, jangan sampai kenaikan ini terlalu memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menanggapi isu renovasi Balai Kota Samarinda yang disebut-sebut menelan anggaran sebesar Rp17 miliar. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan kebenaran angka tersebut.

“Kalau angka Rp17 miliar itu saya belum konfirmasi detail. Saya masih koordinasi dengan OPD terkait,” katanya.

Ia menegaskan, pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan polemik.

“Saya tidak mau menyampaikan informasi yang
belum lengkap, nanti malah jadi simpang siur. Jadi saya pastikan dulu datanya,” ujarnya.

Neneng memastikan, akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelah data terkumpul.

“Nanti kalau sudah ada data detailnya, akan kita sampaikan supaya informasinya utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tutupnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top