• Rabu, 29 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Samarinda, Ibnu Araby, Selasa, (28/4/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Sebanyak 750 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK se-Kota Samarinda, mengikuti kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi, dalam menghadapi karakter anak usia dini. Di Bandiklat Provinsi Kaltim, Selasa (28/4/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Samarinda, Ibnu Araby, menyebutkan bahwa pelatihan yang diikuti 750 guru PAUD dan Taman Kanak - Kanak (TK), yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam memahami karakter anak usia dini, dengan dukungan program CSR dari Penerbit Erlangga, serta menekankan pentingnya pendekatan berbasis empati dan metode yang tepat, dalam pendidikan anak, di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

Ibnu Araby juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Kami bersyukur kegiatan ini tetap bisa terlaksana dengan dukungan pihak ketiga melalui program CSR, salah satunya dari penerbit Erlangga,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman lebih dalam terkait metode menghadapi anak usia dini, yang dinilai memiliki karakter kompleks dan membutuhkan pendekatan khusus.

“Anak PAUD dan TK itu butuh kesabaran, empati, dan metode yang tepat. Tidak semua orang bisa menjalankan peran ini,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa, pelatihan ini penting untuk membantu guru memahami berbagai karakter anak, serta cara penanganannya di lingkungan sekolah.

Selain pelatihan, Dinas Pendidikan juga berencana menggelar seminar lanjutan yang melibatkan berbagai elemen perempuan, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga organisasi seperti PKK dan Dharma Wanita. Menariknya, kegiatan tersebut dirancang tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Kita coba buat kegiatan non-budget. Yang penting tetap berjalan tanpa memberatkan,” katanya.

Ibnu mengakui memiliki banyak rencana pengembangan pendidikan di Samarinda. Namun, sebagai Plt dengan masa jabatan terbatas, ia memilih berhati-hati dalam menyampaikan program.

“Keinginan banyak, tapi saya tidak mau terlalu banyak janji,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top