
Plt Kepala BKPSDM Kukar Arianto.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sebanyak 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), masih mengalami kekosongan jabatan.
Adapun OPD yang mengalami kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepala Dinas, di antaranya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pariwisata, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker).
Kemudian, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Ketahanan Pangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Selanjutnya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Asisten II, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Inspektorat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB).
Plt Kepala BKPSDM, Arianto mengatakan, untuk mengisi Jabatan Pimpinan Pratama atau eselon 2, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat eselon 3 harus bisa masuk ke aplikasi manajemen talenta.
Ini memberikan peluang terbuka kepada eselon 3 yang memiliki kelayakan untuk mengisi jabatan Kepala Dinas yang kosong.
"Kita memberikan kesempatan kepada PNS Eselon 3 untuk memperbaiki data pada manajemen talentanya, baik memiliki potensi, kompetensi dan lainnya hingga 30 April 2026 ini," kata Arianto kepada Kutairaya, Selasa (28/4/2026).
Ia mengemukakan, jika para PNS di aplikasi itu berada pada boks atau kolom 7, 8 dan 9, maka akan dipanggil melalui komite manajemen talenta.
"Komite itu nantinya mengelompokkan yang bersangkutan terhadap kelayakan penempatan pada OPD," ujarnya.
Dalam penilaian JPTP, pihaknya akan membentuk panitia pembantu komite manajemen talenta untuk melakukan penilaian kelayakan.
"Kita akan melibatkan akademisi Unikarta, untuk melakukan penilaian," ucapnya.
Penjaringan melalui aplikasi manajemen talenta dinilai efektif.
Karena bagi mereka yang tak memiliki talenta, maka akan gugur.
Menurutnya, kekosongan jabatan pada suatu OPD juga berpengaruh terhadap kinerjanya.
Pasalnya, yang bersangkutan harus membagi fokus kerjanya, agar bisa berjalan bersama.
"Kami berharap pegawai Eselon 3 bisa mengecek kembali terhadap status di manajemen talentanya dan memastikan masuk pada kolom 7-9," katanya.
Sementara itu Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendi Irwan Fahriza menyatakan kesiapannya ditempatkan dimana saja.
Untuk saat ini, jabatan definitifnya sebagai Sekretaris Distransnaker dan merangkap Plt Kepala.
"Saya siap menjalani tugas dan melayani masyarakat dengan baik," ucap Dendi. (Ary)