• Kamis, 30 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Festival Mecaq Undat tahun 2024 di Desa Ritan Baru Kecamatan Tabang.(Foto: Dok. KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Tradisi adat Mecaq Undat akan hadir kembali di Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan Kecamatan Tabang sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setelah musim panen.

Walaupun dengan kondisi anggaran saat ini, di tahun ini, kegiatan tersebut dikemas lebih meriah dalam bentuk festival yang berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Mei 2026.

Ketua Panitia Mecaq Undat, Noel Liyan, menjelaskan, tradisi ini berakar dari kehidupan masyarakat adat yang dahulu sangat bergantung pada pertanian.

"Mecaq Undat ini berasal dari tradisi masyarakat agraris. Setelah panen padi, masyarakat menggelar ritual sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan," ujarnya pada KutaiRaya.com, Selasa (28/4/2026).

Secara harfiah, Mecaq Undat berarti menumbuk beras hingga menjadi tepung. Dulu, kegiatan ini dilakukan secara sederhana dalam satu hari, kemudian hasilnya dimasak menggunakan bambu. Namun kini, tradisi tersebut berkembang menjadi pesta panen yang lebih besar.

"Sekarang kita sudah mengemasnya menjadi festival. Tidak hanya menumbuk padi, tapi juga diisi berbagai kegiatan untuk memperkenalkan budaya dan desa kepada masyarakat luas," jelasnya.

Festival Mecaq Undat 2026 menghadirkan beragam kegiatan menarik, mulai dari olahraga tradisional hingga pertunjukan seni. Beberapa di antaranya lomba dayung, tari tradisional, gasing, menyumpit, lempar lembing, dan lainnya.

Puncak acara akan berlangsung pada 9 Mei 2026. Selain itu, ada juga ibadah syukur yang digelar khusus sebagai bagian dari nilai spiritual masyarakat setempat.

"Karena ini bentuk rasa syukur, kami juga mengadakan ibadah bersama di gereja," tambahnya.

Tahun ini, Mecaq Undat mengusung konsep yang lebih besar dengan tajuk Mecaq Undat dengan 1000 Lu, di mana seribu alat penumbuk padi akan digunakan secara bersama-sama. Kegiatan ini dipusatkan di lapangan desa dan menjadi salah satu daya tarik utama festival.

Antusiasn masyarakat terhadap Mecaq Undat disebut selalu tinggi setiap tahunnya. Bahkan, tradisi ini sebelumnya selalu masuk dalam kalender event Kabupaten Kutai Kartanegara hingga tingkat provinsi.

Namun, ia berharap Mecaq Undat kembali mendapat perhatian dan masuk lagi dalam kalender daerah.

"Kami berharap Mecaq Undat Ritan Baru bisa kembali masuk kalender event kabupaten maupun provinsi, karena untuk tahun 2026 ini, Mecaq Undat tidak masuk dalam kalender tahunan. Ini penting untuk dukungan, termasuk pendanaan," ungkapnya.

Lebih dari sekadar perayaan, Mecaq Undat diharapkan tetap menjadi sarana pelestarian budaya warisan leluhur sekaligus memperkenalkan Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan sebagai destinasi budaya.

"Harapan kami, budaya ini tetap hidup, dikenal luas, dan ke depan bisa berkembang menjadi daya tarik wisata budaya," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top