
Kegiatan Lomba Paduan Suara di SMKN 2 Tenggarong.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Semangat emansipasi perempuan terasa kuat di SMK Negeri 2 Tenggarong saat peringatan Hari Kartini 2026, Selasa (21/4/2026).
Acara digelar meriah dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif.
Sejak pagi, seluruh murid dan guru mengikuti upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.
Namun, suasana tak berhenti di situ. Lapangan sekolah kemudian berubah menjadi ruang kreativitas, tempat berlangsung aneka lomba yang sarat makna pendidikan.
Kepala SMKN 2 Tenggarong, Titik Aida, menegaskan peringatan Hari Kartini tahun ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum dalam membangun kesadaran dan semangat belajar, khususnya bagi para siswi.
“Tema kita tahun ini adalah wanita Indonesia harus maju. Kami ingin anak-anak, terutama siswi, memiliki semangat untuk terus belajar dan tidak berhenti pada kondisi yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai sekolah berbasis teknologi dengan 9 jurusan, SMKN 2 Tenggarong terus mendorong murid untuk berkembang sesuai minat dan bakat.
Mulai dari bidang teknik, seperti Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Sepeda Motor (TSM), hingga bidang kreatif, seperti kriya kayu, tekstil, logam, dan musik.
Beragam lomba digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini kali ini, seperti paduan suara antarkelas dengan lagu wajib Ibu Kita Kartini, lomba membaca surat Kartini, hingga lomba busana bertema Kartini.
Seluruh kelas X dan XI turut ambil bagian, menciptakan suasana kompetitif yang tetap edukatif.
Menariknya, kegiatan pembelajaran pada hari itu sepenuhnya dialihkan ke lapangan, memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para pelajar.
“Ini bukan hanya lomba, tapi bagian dari pembelajaran. Anak-anak belajar tentang sejarah, budaya, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri,” tambahnya.
Ia berharap semangat Kartini dapat terus hidup dalam diri para siswi, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin mereka berani bermimpi besar, siap bersaing, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional,” tuturnya. (Dri)