• Rabu, 22 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Suasana RDP Komisi IV Terkait Persiapan Porprov dan Agenda Kepemudaan.(Foto : Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Persiapan Kontingen Kutai Kartanegara menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur kembali jadi sorotan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar, yang digelar Rabu (22/4/2026), berbagai pihak dipanggil lengkap untuk membahas kesiapan dan kebutuhan anggaran yang masih menjadi persoalan utama.

RDP yang digelar DPRD Kukar ini tidak hanya menghadirkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Kukar) dan KONI Kukar, tetapi juga NPCI Kukar, KNPI Kukar, serta Bapor Korpri Kukar. Semua pihak duduk satu meja, membahas permasalahan masing-masing, salah satunya kesiapan Kukar yang masih penuh tantangan pada Porprov Kaltim.

Ketua KONI Kukar Chairil Anwar menegaskan, persoalan utama saat ini bukan di kesiapan atlet, melainkan di anggaran yang masih belum final.

"Kita KONI sudah kasih data. Berapa atlet, berapa cabor, sesuai hasil raker di Paser. Disepakati 64 cabor, tapi nanti masih bisa berubah lagi dari provinsi," ujarnya pada KutaiRaya.com usai RDP DPRD, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, ada kemungkinan pengurangan nomor pertandingan yang akan berdampak langsung pada jumlah atlet yang dikirim.

"Jadi ada kelas-kelas tanding mungkin yang berkurang nanti. Otomatis kalau kelasnya berkurang, atlet juga berkurang, karena ini berkaitan dengan anggaran," lanjutnya.

Meski begitu, ia menegaskan, semua kabupaten kota di Kaltim saat ini menghadapi kondisi yang sama.

"Relatif semua daerah itu ikat pinggang. Ada yang belum punya anggaran, masih nunggu APBD perubahan," katanya.

Untuk kebutuhan Kukar sendiri, KONI memperkirakan kebutuhan ideal berada di angka 25-30 miliar rupiah.

"Itu usulan kami, tapi kepastiannya ada di Dispora," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan kesiapan atlet sebenarnya sudah cukup baik.

"Alhamdulillah, untuk olahraga kita siap ikut Porprov di Paser. Atlet kita sudah siap secara fisik," ujarnya.

Namun ia tidak menutupi bahwa persoalan anggaran masih menjadi tantangan.

"Kalau kita lihat, 70 persen anggaran sudah tercukupi, tinggal 30 persen lagi yang harus kita perjuangkan bersama," jelasnya.

Ia juga memastikan, Kukar tetap berkomitmen mengikuti Porprov.

"Kawan-kawan atlet tidak perlu khawatir, Kukar tetap ikut Porprov. Kita hanya menunggu petunjuk teknis dari PB Porprov," katanya.

Dari sisi legislatif, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menyebutkan berdasarkan paparan Dispora, masih ada kekurangan anggaran cukup besar.

"Kekurangan untuk pelaksanaan Porprov ini sekitar 15 miliar, di luar kebutuhan peralatan dan TC," ungkapnya.

Meski kondisi keuangan daerah sedang tidak stabil, DPRD Kukar memastikan dukungan tetap ada.

"DPRD berkomitmen olahraga dan kepemudaan tetap berjalan. Walaupun anggarannya tidak sebesar yang diharapkan, tetap akan kita upayakan," imbuhnya.

Ia juga menambahkan, rencana melibatkan pihak swasta sebagai mitra pembinaan atlet.

"Kami akan libatkan swasta sebagai orang tua asuh cabor, supaya mereka ikut berinvestasi dan terlibat dalam olahraga di Kukar," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top