
Walikota Samarinda, Andi Harun. Rabu, (22/4/2026).(Foto : Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan kerusakan fasilitas publik pasca aksi unjuk rasa 21 April 2026, tergolong sangat minim dan tidak berdampak signifikan.
Pemerintah Kota Samarinda memastikan kerusakan fasilitas publik pasca aksi 21 April 2026 di depan Kantor Gubernur, tergolong tidak bersifat krusial dan masif, perbaikan sendiri diestimasikan akan menelan biaya perbaikan sekitar Rp10 juta, serta waktu pemulihan kurang dari satu minggu.
Hal itu disampaikan langsung oleh Walikota Andi Harun, usai melakukan peninjauan langsung di kawasan Teras Samarinda bersama jajaran pemerintah kota, Rabu (22/4/2026).
“Kita bersyukur karena setelah dipantau, hanya ada sedikit kerusakan dan tidak signifikan,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan, kerusakan hanya terjadi pada beberapa bagian kecil seperti pagar pembatas, dan lantai kawasan teras. Bahkan, hanya ditemukan satu titik pagar yang mengalami kerusakan serta beberapa lembar material lantai yang terkupas. Menurutnya, seluruh kerusakan tersebut dapat diperbaiki tanpa membutuhkan biaya besar.
“Kalau ditotal mungkin hanya sekitar Rp10 juta untuk perbaikan,” jelasnya.
Pemerintah Kota Samarinda langsung bergerak melakukan perbaikan. Untuk pagar yang rusak, pekerjaan sudah dimulai, sementara perbaikan lantai dan bagian lainnya dijadwalkan segera menyusul.
“Diperkirakan tidak sampai satu minggu semua sudah kembali seperti semula,” tambahnya.
Wali kota juga mengapresiasi, akan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik selama aksi berlangsung. Menurutnya, dengan jumlah massa yang besar, potensi kerusakan sebenarnya cukup tinggi. Namun kenyataannya, kondisi fasilitas tetap terjaga.
“Ini luar biasa. Dengan ribuan massa, tidak ada kerusakan yang menonjol,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa, dan menjaga kondusivitas kota.
“Kita tidak bisa terus terjebak dalam polarisasi. Mari kembali bekerja dan membangun Samarinda bersama,” pungkasnya. (*Abi)