• Rabu, 22 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kendaraan Antri melewati jembatan.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Tumpahan minyak di Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) menyebabkan arus lalu lintas dari Tenggarong menuju Samarinda mengalami kemacetan sejak Rabu (22/4/2026) pagi.

Kondisi jalan yang licin memaksa para pengendara memperlambat laju kendaraan guna menghindari kecelakaan.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terutama roda empat terlihat mengular saat melintasi jembatan.

Pengendara tampak berhati-hati karena permukaan jalan yang terdampak tumpahan minyak cukup luas.

Salah satu pengendara, Yuliansyah mengatakan, kejadian tersebut sudah berlangsung sejak pagi hari.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti jenis minyak yang tumpah, apakah solar atau minyak sawit.

“Sejak pagi sudah ada, tumpahannya cukup banyak jadi kendaraan harus pelan. Banyak mobil yang antre saat melintas,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat terkait adanya tumpahan minyak di jembatan.

Ia mengemukakan, informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa cairan tersebut diduga merupakan solar.

Namun pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber tumpahan.

“Informasi awalnya solar, tapi kami belum bisa memastikan. Dugaan kami itu bukan tetesan biasa, kemungkinan ada kendaraan tangki yang mengalami kebocoran atau pecah,” ujarnya.

Fida menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membantu pengaturan lalu lintas di lokasi, mengingat Jembatan Kutai Kartanegara merupakan jalur vital penghubung Tenggarong–Samarinda.

“Jembatan ini urat nadi transportasi, jadi tidak bisa kami tangani sendiri. Kami bekerja sama dengan Dishub untuk pengaturan arus lalu lintas,” katanya.

Menurutnya, kondisi jalan yang licin akibat minyak sangat berbahaya bagi pengguna jalan, terutama berisiko menyebabkan kendaraan tergelincir.

Maka itu, petugas bergerak cepat melakukan penanganan guna mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih fatal.

Ironisnya, sehari sebelumnya petugas Damkar telah melakukan penyemprotan dan pembersihan jembatan hingga dini hari untuk menghilangkan debu demi keselamatan pengguna jalan.

“Kami tadi malam sudah melakukan pembersihan sampai dini hari. Tapi pagi terjadi lagi kejadian seperti ini. Meski begitu, kami tetap bergerak cepat melakukan penanganan,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top