
Kondisi jalan rusak di Benua Puhun.(Foto: Dok. Pemdes Benua Puhun)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah desa di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meminta kepastian pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Pasalnya, ada sekitar 50 persen infrastruktur jalan di Muara Kaman masih belum mantap, termasuk jalan penghubung antardesa.
Kepala Desa Benua Puhun, Ardiansyah mengatakan, ada sekitar 27,4 kilometer (km) jalan yang rusak, terdiri dari 5 desa, di antaranya Benua Puhun, Rantau Hempang, Teratak, Muara Kaman Ilir dan Lekaq Kidau.
"Jalan ini sangat memprihatinkan, seperti tak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah atau dianaktirikan," kata Ardiansyah kepada Kutairaya, Senin (20/4/2026).
Sedangkan Pemkab Kukar lebih fokus pembangunan infrastruktur jalan ke zona pesisir.
Sehingga sejumlah pemerintah desa di Muara Kaman ini meminta kepada DPRD Kukar untuk memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Jalan ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Tak jarang warga kita terjatuh akibat jalan rusak ini," ucapnya.
Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah, dalam membangun jalan bisa dilakukan secara prioritas.
Sehingga pembangunan daerah juga bisa merata.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono menjelaskan, belum terlaksananya pembangunan jalan ini karena keterbatasan anggaran daerah.
Jika PU memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut, pastinya akan dieksekusi.
"Kita kalau ada anggarannya siap mengeksekusi," kata Wiyono.
Terkait hal tersebut, Dinas PU akan memasukan perbaikan jalan di sejumlah desa Muara Kaman ke dalam Rencana Kerja (Renja) 2027 mendatang.
Namun ia tak bisa memastikan terhadap panjang realisasi perbaikan jalan itu.
"Akan kita masukkan ke Renja terkait perbaikan ini. Tapi tak bisa memastikan dapat anggaran berapa, karena mengingat kondisi kemampuan keuangan daerah," tuturnya. (Ary)