
Ilustrasi TPA Sampah.(Foto: Medsos Pinterest)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Selama 10 tahun lebih warga Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pasalnya, TPA ini sangat penting karena sampah yang dibuang warga di sini bisa mencapai satu ton lebih setiap harinya.
Wacana pembangunan TPA di Marang Kayu pernah hadir dan tertuang di program dedikasi Kukar Idaman pada masa kepemimpinan Edi Damansyah-H Rendi Solihin.
Pada saat itu setiap zona akan ada TPA.
Dan pemerintah daerah telah membebaskan lahan warga sekitar 4-5 hektare di Desa Semangkok, Kecamatan Marang Kayu.
Camat Marang Kayu, Ambo Dalle mengatakan, penampungan sampah di sini hanya ada TPS3R dan untuk TPA skala besar belum ada.
Sehingga keberadaan TPA di Marang Kayu sangat dibutuhkan, agar dapat mengurai persoalan sampah di masyarakat.
"Saat ini sampah di masyarakat telah dikelola dengan baik. Jika ada sampah yang bernilai ekonomis, maka disisihkan, sehingga dapat mengurai persampahan di sini," kata Ambo Dalle kepada Kutairaya, Sabtu (18/4/2026).
Pihaknya terus berupaya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, dengan mengelola sampah yang tepat.
"Kami berharap pembangunan TPA sampah ini bisa segera dilakukan," tuturnya.
Menurutnya, jika ada TPA di Marang Kayu, maka akan menampung sampah di 2 Kecamatan lainnya, seperti Muara Badak dan Anggana.
Pastinya ini bisa mengurai sampah di 3 kecamatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik menjelaskan, pada 2026 ini pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11 milliar untuk membangun TPA di Marang Kayu.
"Untuk luas lahan ada sekitar 5 hektare, pembangunan TPA itu nantinya menggunakan sistem pemilahan sampah, sehingga dapat mengurangi kapasitas lahan dan memperpanjang usia TPA," kata Taufik.
Ia mengemukakan, TPA yang akan dibangun mampu mengolah sampah sekitar 30-40 ton setiap harinya.
Dan TPA ini menjadi solusi atas permasalahan sampah di wilayah tersebut.
"Sementara pengelolaan sampah di Marang Kayu dikelola oleh setiap desa," ucapnya. (Ary)