
Ilustrasi Demo di Kukar.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Gelombang aksi demonstrasi menolak sejumlah kebijakan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, dipastikan akan digelar pada 21 April 2026 mendatang.
Sejumlah daerah di Kaltim mulai bersiap, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang diperkirakan akan diikuti ratusan massa dari berbagai elemen.
Aksi ini rencananya melibatkan organisasi mahasiswa dan masyarakat yang akan turun langsung untuk menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, menegaskan pemerintah daerah menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, selama dilakukan secara santun dan damai.
“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak masyarakat. Tapi yang terpenting adalah dilakukan dengan cara yang santun dan tetap menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Rinda juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan seluruh elemen masyarakat.
“Kita semua yang menjaga daerah ini. Jadi prinsip damai harus dikedepankan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Namun, ia mengaku belum menerima data pasti terkait jumlah peserta aksi yang akan turun ke jalan pada 21 April nanti.
Namun, imbauan tetap disampaikan sebagai langkah antisipasi agar aksi berjalan tertib.
“Belum ada informasi pasti jumlah massa. Tapi kami tetap mengimbau agar masyarakat yang ikut aksi bisa menjaga keamanan dan tidak bertindak anarkis,” tambahnya.
Pemerintah berharap aksi yang direncanakan tersebut dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi secara konstruktif tanpa mengganggu stabilitas daerah, sehingga situasi di Kukar tetap aman dan kondusif. (Dri)