
Gerai Roti Balok Jelawat, Tenggarong.(Foto: Dok. Novi Yanti)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Usaha kuliner Roti Balok Jelawat hadir lagi di Tenggarong dengan konsep kolaborasi bersama berbagai menu khas Nusantara.
Tempat usaha ini terletak di Jalan Jelawat, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di depan MAN Kukar dan Kantor DP2KB.
Owner Roti Balok Jelawat dan Kuliner Nusantara, Novi Yanti, mengemukakan, produk roti balok yang ditawarkan saat ini bukanlah produk baru, melainkan produk lama yang sempat eksis sejak 2014 di kawasan Stadion, sebelum akhirnya tutup.
Kini, Roti Balok Jelawat kembali dibuka sejak 30 Maret 2026 dengan konsep yang lebih beragam.
Selain roti balok, tempat ini juga menawarkan aneka menu, seperti soto Bogor tulangan, soto Bogor kikil, soto Bogor ayam, soto Betawi, ayam taliwang bakar, hingga brownies Bandung.
Tak hanya itu, berbagai produk UMKM juga ikut meramaikan, seperti amplang belida dari Samarinda, es kacang merah khas Sempaja, sambal khas, hingga kerajinan manik-manik.
Bahkan ada pula produk rahang tuna bakar dalam bentuk frozen untuk konsumen yang ingin praktis.
“Di sini kami tidak hanya jualan makanan, tapi juga menjadi wadah bagi UMKM. Produk yang masuk sudah kami kurasi, harus memiliki legalitas halal dan merupakan produk asli milik pelaku usaha itu sendiri,” kata Novi, Jumat (17/4/2026).
Dari sisi harga, menu yang ditawarkan tergolong terjangkau.
Roti Balok dijual mulai Rp 2.000 per buah, sedangkan kemasan oleh-oleh berkisar Rp 25.000 hingga Rp 40.000.
Es kacang merah dibanderol Rp 16.000, brownies mulai Rp 60.000, dan soto tulangan promo makan di tempat hanya Rp 35.000 sudah termasuk nasi.
Untuk menu ayam taliwang, harga paket dengan nasi mulai Rp 18.000.
Novi mengemukakan, sejumlah menu menjadi favorit pelanggan, di antaranya roti balok, soto tulangan, dan es kacang merah yang saat ini tengah viral.
Selain itu, adapula menu pisang hijau yang dibuat oleh pelaku usaha asal Sulawesi.
Dari segi operasional, usaha ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 WITA hingga habis.
Bahkan pada hari tertentu, produk ini sudah habis terjual sebelum sore hari.
Untuk hari libur, pihaknya menerapkan sistem libur satu kali dalam sebulan.
Dalam hal omzet, Novi menyebutkan pendapatan harian berkisar antara Rp 1,4 juta hingga Rp 3,5 juta, khususnya saat akhir pekan yang cenderung lebih ramai.
Selain penjualan langsung, Roti Balok Jelawat juga melayani pesanan katering berupa nasi kotak dan snack box dengan pemesanan minimal H-1.
“Kami berharap ke depan bisa terus berkembang dan menjadi wadah bagi UMKM untuk naik kelas, tentunya dengan menjaga kualitas, legalitas, dan keaslian produk,” tambahnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza, turut mengapresiasi kehadiran usaha kuliner ini.
Ia mengemukakan, keberadaan Roti Balok Jelawat menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang mampu berinovasi, sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
“Kami dari DiskopUKM Kukar terus mendukung pelaku usaha, termasuk dalam pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan legalitas usaha lainnya agar bisa berkembang lebih baik,” ujarnya. (Dri)