• Kamis, 16 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TPA Bekotok.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sangat memprihatinkan.

Pantauan media Kutairaya, kondisi lahan TPA itu sudah minim karena banyak sampah yang dibuang ke TPA Bekotok.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setiap sampah menumpuk dan menjelang dini hari pasti menimbulkan aroma tak sedap.

Namun, kondisi seperti itu sering dialami warga setempat dan menjadi hal biasa mencium aroma tak sedap, meskipun hal itu sama dengan pencemaran udara.

"Saya hanya bisa pasrah, namanya juga udara lepas, meskipun itu disebabkan karena tumpukan sampah," katanya kepada Kutairaya, Kamis (6/4/2026).

Menurutnya, jika TPA itu sudah tak sanggup lagi untuk menampung sampah, maka pemerintah daerah harus mencari opsi lain, untuk pembangunan TPA baru sebagai pengganti TPA Bekotok.

"Pembangunan TPA juga harus memperhatikan kondisi lingkungan, yang jauh dari permukiman. Sehingga aroma tak sedap itu tak meluas dan tercium masyarakat," ucapnya.

Sementara itu pegawai kebersihan, Deliansyah menuturkan, setiap hari ada sekitar 15-20 truk yang masuk ke TPA.

Kondisi TPA saat ini memang keterbatasan lahan.

"Pengelolaan sampah di TPA ini dengan sistem dipendam. Sebelumnya pernah dibakar menggunakan alat incinerator, tapi alat itu membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat banyak, sehingga alat tersebut dinonoperasikan," ujar Deliansyah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan peningkatan kapasitas sarana dan prasarana di 2026.

"Kami akan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada, karena TPA itu sudah tak layak lagi sehingga perlu ditata ulang. Sehingga usia TPA itu bisa makin panjang 2-3 tahun ke depan," ucap Taufik. (Ary)



Pasang Iklan
Top