.jpg)
Sidak DPRD Kukar bersama OPD Terkait.(Foto: Dok. Camat Tenggarong)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kondisi Taman Miniatur Tenggarong yang kini terbengkalai menjadi perhatian serius DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).
Wakil Ketua II DPRD Kukar, Abdul Rasid didampingi Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Camat Tenggarong melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (13/4/2026).
Rasid menilai kawasan ini membutuhkan langkah cepat agar tidak semakin rusak.
Dalam sidak itu, Rasid juga menemukan banyak fasilitas taman dalam keadaan rusak, roboh, dan tidak terawat.
Padahal, taman ini dibangun menggunakan anggaran APBD dengan harapan menjadi salah satu daya tarik wisata di Tenggarong.
Namun, akibat minimnya pemeliharaan, fungsi taman kini nyaris hilang sama sekali.
Menurut Rasid, akar persoalan utama terletak pada belum jelasnya penanggung jawab pengelolaan aset.
Selama ini status taman miniatur disebut masih tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah, sehingga tidak ada satu instansi yang secara penuh bertanggung jawab merawat kawasan itu.
“Kalau asetnya tidak jelas siapa yang memegang, akhirnya tidak ada yang merasa bertanggung jawab. Ini yang harus segera diselesaikan pemerintah daerah,” tuturnya.
Ia menilai, taman miniatur memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali sebagai destinasi wisata keluarga.
Letaknya yang strategis di kawasan Waduk Panji Sukarame dapat dikembangkan menjadi pusat rekreasi yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
DPRD Kukar meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari penetapan legalitas pengelolaan aset hingga penyusunan rencana revitalisasi kawasan.
Rasid menambahkan, pembiaran berkepanjangan hanya akan membuat kerusakan semakin parah dan memboroskan investasi daerah yang sudah dikeluarkan sebelumnya.
Selain minta perhatian pemerintah, ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum.
Menurutnya, aset daerah merupakan milik bersama yang dibangun dari uang rakyat melalui pajak, sehingga keberadaannya harus dirawat bersama-sama.
Sementara itu Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso mengatakan, sidak ini menghasilkan keputusan awal berupa pembersihan kawasan taman melalui kegiatan gotong royong.
Setelah itu, langkah selanjutnya akan dibahas untuk penataan dan pemanfaatan lahan agar taman kembali berfungsi.
“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan gotong royong membersihkan taman. Setelah bersih, baru ditata langkah berikutnya supaya kawasan ini bisa hidup kembali,” ujar Syukur. (Dri)