
Kabid Sosbud Bappeda Kukar Saiful Bahri.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya menangani kasus stunting di wilayahnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2024 lalu, angka stunting di Kukar mencapai 14,3 persen.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Sosial dan Budaya (Sosbud) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Saiful Bahri mengatakan, penanganan stunting terus dilakukan menggunakan berbagai cara, seperti memberi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita.
Selain itu, pengecekan kesehatan ibu hamil dan balita di posyandu dan lainnya.
Penanganan stunting itu terdiri 11 pilar, di antaranya memiliki komitmen, kampanye perubahan perilaku dan pemberdayaan.
Kemudian, program kemitraan, ketahanan pangan dan gizi, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait pemahaman keluarga terhadap perilaku hidup sehat.
"Penanganan stunting di Kukar masih berjalan dengan baik. Penanganan stunting tak bisa dikerjakan sendiri, tapi membutuhkan peran semua pihak, termasuk di lingkungan RT," kata Saiful kepada Kutairaya, Rabu (8/4/2026).
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (stunting/pendek) menurut usianya.
Sementara itu Ketua Tim Kerja Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Serianti menjelaskan, kasus stunting di Kukar tersebar di seluruh kecamatan.
Tapi stunting yang tertinggi berada di zona hulu dan pesisir.
"Kecamatan tinggi stunting, seperti Kecamatan Muara Wis, Muara Muntai dan Kenohan. Kami terus melakukan intervensi terhadap kasus stunting di Kukar," kata Serianti.
Adapun intervensi tersebut, meliputi gerakan pengukuran serentak, pemberian makanan bergizi kepada balita, pemberian tambah darah bagi remaja perempuan dan lainnya.
"Stunting di Kukar ini sekitar 14,3 persen pada 2024. Data tersebut diperbarui 2 tahun sekali," ujarnya.
Dia berharap stunting di Kukar tak ada lagi.
Pemerintah daerah terus memberikan pemahaman terhadap pemenuhan gizi anak. (Ary)